INSPIRASI PAGI: Bicara-lah Seperlunya

GNAEUS Marcius, atau masyhur dikenal dengan Coriolanus, adalah seorang pahlawan militer besar di zaman Romawi kuno. Ia telah memenangkan banyak peperangan terkenal dan menyelamatkan kota Roma dari bencana berkali-kali.

Pada tahun 454 Sebelum Masehi, Coriolanus memutuskan memasuki dunia politik. la mendaftarkan diri pada pemilihan konsulat tingkat tertinggi Roma.

Ketika Coriolanus berkampanye di hadapan rakyat, ia memulai pidatonya dengan menunjukkan lusinan bekat luka yang ia kumpulkan selama tujuh belas tahun berperang untuk Roma.

Hati rakyat pun tergugah hingga mereka menangis karena terharu akan keberanian dan pengorbanannya. Melihat simpati rakyat, nampaknya Coriolanus bakal terpilih.

Namun, ketika hari pemilihan tiba, Secara mendadak Coriolanus masuk ke forum dengan iring-ringan yang megah dan amat berlebihan. Kemudian Coriolanus berpidato lagi, Namun kali ini kata-katanya arogan dan kurang ajar.

Dia menyombongkan kemenangan  perolehan suara yang ia terima, ia juga membual dengan melebih-lebihkan tentang prestasi di medan perang, melontarkan berbagai lelucon yang tidak lucu dan menghardik para lawan-lawan politiknya.

Kali ini rakyat benar-benar menyimak pidatonya : Mereka sadar bahwa tentara legendaris yang selama ini mereka banggakan ternyata adalah seorang pembual besar. Tanpa adanya dukungan rakyat Coriolanus pun kalah.

Kisah ini mengajarkan kepada kita Hukum Kekuasaan Nomor 4, yang berbunyi: Senantiasa-lah bicara seperlunya saja agar orang lain terkesan sekaligus mengintimidasi.

Sebab, semakin banyak kata-kata yang keluar, semakin besar kemungkinan mengucapkan sesuatu hal yang bodoh.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
Gambar AI courtesy Hasan Aspahani

BACA JUGA:  Rute Pawai Takbir Idulfitri Tahun Ini Berbeda, Start di Masjid Agung, Finish di Batuampar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *