INSPIRASI PAGI: Ekstremisme

DR LEOR Zmigrod, peneliti di Departemen Psikologi Universitas Cambridge, mengungkap temuan paling krusial tentang ekstremisme.

Menurut studinya, individu berpandangan esktremis cenderung melihat dunia dalam hitam dan putih, juga kesulitan menerima bukti yang kredibel, tidak mampu memroses bukti yang kasat mata.

“Individu atau otak yang kesulitan memroses dan merencanakan tindakan kompleks mungkin akan mudah terjerat ideologi ekstrim, atau ideologi otoriter yang menyederhanakan dunia.”

Dia menambahkan, individu berpandangan ekstrem cenderung tidak mampu mengatur emosinya. Artinya mereka impulsif dan cenderung mencari pengalaman emosional yang kuat.

Dari sini kita bisa melihat bahwa ekstrimisme bisa tumbuh di mana saja, baik golongan atau kelompok untuk mendukung doktrin ideologi atau junjungannya. Sebab, akarnya adalah karakter psikologis.

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Belajar dari Adhba

Ini berbahaya, sebab yang bersangkutan sanggup melakukan kekerasan terhadap mereka yang tidak berdosa.

Mungkin alasan ini yang membuat Lee Kuan Yew, Perdana Menteri dari Singapura (1923-2015), tegas berkata: “Saya harus memenjarakan lawan, tanpa pengadilan, baik komunis, sauvinis, atau ekstremis agama. Jika saya tidak melakukannya, negara ini akan hancur.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *