ANAS BIN MALIK Radhiallahu Anhu pernah mengisahkan, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam pernah mempunyai unta yang diberi nama Adhba. Tidak ada satu pun unta yang dapat menandingi larinya.
Suatu saat datanglah seorang Arab Badui dengan mengendarai untanya dan menantang Nabi Muhammad SAW berlomba. Ternyata, unta orang badui itu dapat mengalahkan unta milik Rasulullah. Tentu saja, hal tersebut menjadi terasa berat bagi kaum Muslimin.
Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda,”Sudah menjadi kepastian bagi Allah, tiada sekali-sekali sesuatu di dunia ini yang tinggi melainkan Dia yang akan merendahkannya.” (HR Bukhori dan Nasai).
Sudah merupakan sunnatullah (ketetapan dari Allah), segala sesuatu dari dunia ini tidak ada yang abadi. Selalu di atas, selalu di puncak, selalu sukses, selalu kaya, selalu sehat, pasti suatu saat harus turun. Bagaikan roda yang berputar, bagian yang di atas, pasti suatu saat akan berada di bawah, menginjak tanah.
Inilah makna sabda Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Abi Dunya, Al Hakim, Al Baihaqy dan dishahihkan oleh Al Albany di dalam Shahih Targhib Nomor 3355. Artinya:
“Manfaatkan yang lima sebelum datang yang lima. Masa mudamu sebelum masa tuamu. Masa sehatmu seblum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI JUMAT: Belajar dari Adhba






