BANGSA-bangsa di Nusantara dari dulu terbiasa kolaborasi atau gotong royong daripada berkompetisi. Sedangkan konsep kolaborasi ini, baru digiatkan para pemimpin dunia khususnya Eropa dan Amerika, sejak paro kedua Abad ke-20.
Semakin besar kerja sama, maka akan makin efektif dan efisien dalam bekerja mengelola sumber daya hingga menggapai tujuan.
Sehingga konsep menyerang, menjajah bahkan menumpahkan darah kelompok lain untuk merebut sumber daya, sudah tak relevan lagi.
Meski begitu, selalu saja ditemukan dalam tim orang-orang pemalas yang merongrong kinerja rekannya untuk menutupi kemalasannya tadi.
Caranya dengan menyerang atau merendahkan secara langsung kinerja rekan satu timnya yang nyata-nyata sudah berbuat. Bahkan tak malu menjelekkan-jelekkan rekan sendiri kepada tim lain di level atas. Sementara kinerjanya sendiri nol.
Cara terbaik menyikapi orang semacam ini dengan mengabaikannya. Jika menyerang, balas dengan data dan fakta. Sebab manusia semacam ini umumnya buta tuli.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berkata, “Hidup adalah tantangan. Jangan dengarkan omongan orang yang tidak jelas. Yang penting kerja, kerja, kerja dan kerja. Sebab kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)






