MANAJEMEN perubahan lazim terjadi dalam perusahaan untuk melakukan pembenahan dalam usaha atau organisasi agar lebih efisien dan meningkatkan kinerja. Hal ini pernah terjadi di Apple yang melibatkan aktor utamanya, Steve Jobs.
Ceritanya, Jobs sempat dikeluarkan dari Apple, perusahaan yang ia bangun sendiri bersama sahabatnya Steve Wozniak, pada 1985. Jobs akhirnya mendirikan perusahaan rintisan (start-up) baru bernama Next Computer.
Hingga pada tahun 1997, Apple mengalami krisis keuangan dan kreatif akibat persaingan dengan Microsoft dan produk-produknya yang kurang diminati oleh konsumen.
Untuk menyelamatkan, Apple memutuskan mengakuisisi Next Computer dan membawa Steve Jobs kembali ke Apple.
Selanjutnya Steve Jobs melakukan perubahan manajemen besar-besaran. Ia memecat CEO Gil Amelio dan menggantikannya sebagai CEO sementara (kemudian permanen) pada tahun 1997.
Ia juga memotong produk-produk yang tidak menguntungkan dan tidak sesuai dengan visinya, dan memperbaiki hubungan dengan Microsoft dengan menerima investasi sebesar $150 juta dari Bill Gates pada tahun 1997.
Ia juga menciptakan produk-produk yang “mengubah dunia” dengan menggabungkan teknologi dan seni.
Maka meluncurlah produk-produk baru yang revolusioner dan menjadi ikonik di dunia teknologi, seperti iMac (1998), iPod (2001), iTunes (2001), iPhone (2007), dan iPad (2010).
Tak hanya menciptakan pasar baru, produk-produk ini juga mengubah industri teknologi, musik, telekomunikasi, dan media!
Perubahan manajemen tak selalu buruk, asal semangat pemimpinnya seperti Steve Jobs: visioner, dan selalu menuntut standar tertinggi dari dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Ia juga menjunjung tinggi meritokrasi, menempatkan the right man on the right job! Bukan sebaliknya, hanya berdasar like and dislike. Kalau itu yang terjadi, maka tak akan ada kemajuan.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Manajemen Perubahan






