INSPIRASI PAGI: Nama Baik, Peran Baik

HIDUP akan bermakna jua terarah jika kita memahami apa, dari mana dan ke mana kita akan menuju. Untuk itu, kenali dulu siapa diri kita, agar dapat memahami apa peran atau posisi kita di dunia panggung sandiwara ini.

Bagaimana caranya? Yang paling sederhana adalah dengan memahami arti dari nama sendiri. Sebab, nama mengandung makna, harapan juga misi yang harus kita emban dan tuntaskan semasa hayat.

Misal nama “Muhammad”, secara harfiah memiliki arti “yang terpuji”. Harapannya sang pemilik nama dapat meneladani akhlak terpuji Rasulullah SAW. Akan lebih baik lagi jika akhirnya menjadi pemimpin besar.

Dalam ajaran Konfusius juga dikenal dengan filsafat Zhengming (penegakan nama). Yakni kata atau nama harus sesuai dengan realitas atau peran yang dinamai.

Yang mahasiswa berperilakulah seperti mahasiswa, orang tua tunjukkan, wujudkan perilaku sebagai orang tua. Demikian juga seorang gubernur, penyanyi, menteri, pedagang, pegawai, petani dan seterusnya.

Mulai saat ini mari kita pahami status, posisi dan peran yang dituntut di dalamnya. Misal  nama posisi kita apa, wewenangnya di mana, tanggung jawabnya bagaimana. Jangan sampai terbalik, atau campur aduk.

Contoh, sebagai gubernur maka berperanlah seperti gubernur: bangun daerah, sejahterakan masyarakat. Jangan malah mengambil peran bagai biduan: nyanyi ke sana ke mari. Akibatnya kerjaan utamanya mangkrak, amburadul. Tak becus!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Wagub Marlin dan Wako HMR Terus Pantau Kelancaran Vaksinasi Covid-19 di Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *