News  

INSPIRASI PAGI: Si Kecil

DALAM perkembangan segala sesuatu, perubahan kecil pada kondisi awal akan menyebabkan reaksi berantai yang panjang dan besar di seluruh sistem.

Andai saja sang sopir tak salah jalan, mungkin putra mahkota Austria-Hungaria Archduke Franz Ferdinand dan istrinya Sophie, tak dibunuh saat berkunjung ke Sarajevo, ibukota Bosnia pada 28 Juni 1914. Dampaknya pecah Perang Dunia I.

Andai Adolf Hitler diterima menjadi mahasiswa seni di Wina, Austria, atau andai saja pada 28 September 1918 prajurit tembak Inggris, Henry Tanday, membunuhnya di Marcoing, pada Perang Dunia I, mungkin 20 tahun kemudian tak akan ada lebih 60 juta orang yang tewas akibat perang Dunia II.

BACA JUGA:  KATA FOTO: Kali Pertama HMR Tampakkan Keindahan Masjid Agung Batam ke Masyarakat

Andai kota Kokura, Jepang tak diselimuti mendung dan asap tebal, mungkin saja Hiroshima dan Nagasaki tak diluluh-lantalkan bom atom yang dilancarkan pasukan AS.Andai seorang warga gak membiarkan ponselnya dicas saat penuh, mungkin ratusan rumah tinggal di Manggarai, Jakarta Selatan, tak ludes terbakar.

Inilah yang dalam teori chaos disebut efek kupu-kupu: kepak sayap kupu-kupu di Amazon akan menjadi tornado di Texas. Lebay memang. Tapi terbukti.

Efek kupu-kupu ini memang menakutkan. Namun Jika kita memahaminya, maka hidup kita akan berjalan baik-baik saja.

Kuncinya, jangan anggap remeh hal-hal kecil, jika tidak ingin menyesal karena tak dapat lagi mengendalikan dampak yang terjadi setelahnya.

Ingatlah, sehebat-hebatnya Alexander Agung, akhirnya tewas oleh gigitan nyamuk. Demikian juga Achilles, yang tak terkalahkan. Ia tewas oleh sebatang anak panah Paris yang menembus tumitnya.Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Clear! ASN Boleh Maju di Pilkada, tapi Harus Mundur Usai Ditetapkan sebagai Calon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *