TULISAN Arab Melayu, atau Jawi, akan kembali diajarkan di sekolah-sekolah di Kota Batam, mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan dasar. Ini merupakan bentuk konkret pelestarian jati diri Melayu.
Tulisan Jawi adalah sistem aksara berbasis huruf Arab yang disesuaikan dengan fonetik bahasa Melayu. Aksara ini berkembang pesat sejak abad ke-14 dan menjadi media utama dalam penyebaran ilmu pengetahuan, hukum adat, hingga pemerintahan pada masa Kesultanan Melayu seperti Riau-Lingga dan Johor.
Jika diteroka lebih jauh, tulisan di dunia diyakini pertama kali dikembangkan di tiga wilayah, yakni Mesopotamia (5.000 tahun lalu), Mesoamerika, dan China (4.000 tahun lalu).
Dari ketiga sistem pendiri ini berkembanglah semua alfabet, bahasa, dan sistem penulisan yang rumit di dunia. Alfabet Semit, yang berevolusi dari bahasa Sumeria, mendominasi apa yang disebut rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa China telah membentuk bahasa-bahasa di Asia Tenggara.
Penemuan tulisan ini, secara komprehensif mengubah masyarakat pertanian awal. Menjadi sarana untuk menginformasikan, merekam, dan mengekspresikan semua pemikiran dan tindakan politik, sosial, budaya, sejarah, dan yang paling menarik, pribadi, dari semua lapisan masyarakat.
Dari tulisan ini, manusia menanamkan nilai-nilai luhur, moral, etika, dan pandangan hidup sehingga melahirkan apa yang kini disebut kitab hukum. Tentu saja bidang lain, seperti astronomi, biologi, matematika dan medis.
Yang hampir sama pentingnya dengan penemuan tulisan itu sendiri, adalah penemuan percetakan, yang tentu saja: buku. Buku tak hanya menjadi jendela dunia, tapi juga senjata bagi orang-orang Eropa (Spanyol dan Portugis) menjelajah dan menjajah “dunia baru”.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Tulisan Menaklukkan Dunia






