SELAMA emperium Romawi berkuasa sekitar 2.178 tahun, yaitu dari tahun 753 SM hingga 1453 M, hanya Kaisar Heraklius yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.
Heraklius adalah Kaisar Romawi Timur atau Byzantium yang berkuasa sejak 610 hingga 641. Namanya terkenal dalam sejarah Islam, karena Nabi Muhammad pernah bersurat kepadanya sekitar tahun ketujuh Hijriah.
Dalam surat yang ditulis Dihya al-Kalbi dan dikirim melalui Gubernur Bostra al-Sham di Syiria tersebut, Rasulullah mengatakan bahwa apabila Heraklius memeluk agama Islam, maka Allah SWT akan memberikannya pahala yang berlipat ganda.
Meski berbeda keyakinan dengan Nabi Muhammad, Heraklius tidak menolak surat dari Rasulullah. Ia lebih mengutamakan mencari kebenaran dengan mencari seluk-beluk tentang Nabi Muhammad melalui Abu Sufyan, pemimpin klan Umayyah, yang kala itu juga belum memeluk Islam. Hingga akhirnya dia meyakini kebenaran Islam, meski tak memeluknya.
Kekuasaan Heraklius di Syam (berpusat di Syiria), tumbang setelah Perang Yarmuk, dimenangkan umat Islam di bawah komando Khalid bin Walid, di era Khalifah Abu Bakar pada tahun 636 Masehi. Sang kaisar kemudian melarikan diri dari Anthakiah menuju Konstantinopel, ibu kota Byzantium.
Sambil melintasi Pegunungan Taurus dan memandang ke belakang, Heraklius berkata, “Selamat tinggal Syria, dari seorang yang tidak akan mengharap kembali lagi. Damailah untukmu, oh Syria! Negeri kaya untuk musuhmu!” ujarnya dengan penuh rasa sakit akibat kekalahan besar itu.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI RAMADAN: Kepada Heraklius






