๐๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฑ ๐๐ฃ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฅ๐ธ๐ข๐ญ ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐๐ช๐ด๐ข ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ฆ ๐๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ
MASJID Raya Sultan Riau merupakan salah satu peninggalan sejarah Kesultanan Riau Lingga yang masih berdiri kokoh hingga kini. Tak heran masjid yang terletak di Pulau Penyengat itu kerap dikunjungi baik untuk wisata maupun ziarah.
Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) pun tak jarang menyempatkan diri salat di masjid bernuansa kuning-hijau tersebut.
Dalam beberapa kali agenda kegiatan di Kota Tanjungpinang, ia kerap berkunjung ke masjid yang memiliki 13 kubah dan 4 menara ini.
Seperti yang terlihat pada Selasa (28/7/2020). Kapal Batam 3 yang membawa rombongan Walikota Batam berbelok sejenak ke Pulau Penyengat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sri Bintanpura.
Di masjid peninggalan Sultan Abdurrahman ini, HMR bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam melaksanakan salat zuhur.
โAlhamdulillah kita sempat salat lagi di sini. Setiap ada kesempatan ke Tanjungpinang dan waktunya cukup, saya selalu upayakan untuk singgah dan salat di Masjid Penyengat ini,โ tuturnya.
Pria kelahiran Tanjungpinang itu pun tak sungkan memajukan jam perjalanan agar punya kesempatan untuk salat berjemaah di masjid yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut.
Seperti hari itu, saat ia bersama jajarannya akan menghadiri Prosesi Tepuk Tepung Tawar syukuran atas pelantikan Gubernur Kepulauan Riau.
Acara dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Namun HMR memutuskan berangkat dari Batam pukul 11.00 kurang. Agar bisa tiba di Pulau Penyengat menjelang waktu zuhur tiba.
โHari ini juga kita sempatkan mampir ke sini sebelum menghadiri acara di Gedung Daerah. Tadi sengaja berangkat cepat supaya bisa terkejar waktu zuhur. Jadi sambil menunggu acara bisa salat zuhur dan makan siang dulu,โ ujarnya. ***
___________
Sumber: Media Center Pemko Batam







