WARGA Batam sudah familiar dengan sarapan lontong sayur dan bubur ayam. Lezat, tentu saja.
Tapi tahunah Anda, bahwa ternyata makanan lezat ini merupakan penyumbang terbesar dalam kenaikan harga kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang membuat Batam inflasi di bulan Desember 2021!
Ya, pada bulan Desember 2021, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, IHK Kota Batam menunjukan inflasi sebesar 0,58 persen.
Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,61 pada November 2021 menjadi 107,23 pada Desember 2021.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu:
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,76 persen; kelompok transportasi naik sebesar 1,71 persen; kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,65 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,58 persen.
Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,38 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,26 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,18 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,01 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok kesehatan turun sebesar 0,18 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,06 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan. ***
