BATAMCENTRE, KataBatam- Innalillahi wa inna ilaihi rajiun… Bang Yos meninggal di kawasan KDA Junction. Diduga karena sakit asma.”
Demikian bunyi pesan di Group WhatsApp Forum Persatuan Wartawan Indonesia Kepulauan Riau (PWI Kepri), Sabtu (25/3/2023) pukul 23.00, jelang tengah malam.
“Bang Yos”, demikian sapaan wartawan senior bernama lengkap Yunus Suchari tersebut. Almarhum diduga meninggal sekitar pukul 22.00 malam, selepas salat Tarawih, 3 Ramadan 1444 Hijriah.
Dikutip dari laman Warta Kepri, Alfian Zainal wartawan senior di Batam yang kebetulan berada di resto Tek Kasih KDA Batamcentre, sosok almarhum pertama kali diketahui tergeletak oleh seroang pengunjung resto.
”Ada orang pingsan,” kata Alfian yang setelah itu pesan berantai disampaikan ke rekan-rekan almarhum yang selama ini bekerja di Batam Pos.
Posisi almarhum terlentang di dekat sepeda motornya, dan di tangannya memegang alat bantu asma.
Selanjutnya warga menghubungi pihak kepolisian. Setelah itu, almarhum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa.
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya mobil ambulan membawa almarhum ke rumah duka di Jalan Nuri II, Nomor 18, Perumahan KDA, Belian, Kecamatan Batamkota, Kota Batam.
Direncanakan, Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Sambau Nongsa, Minggu siang setelah menunggu keluarga dan anak anak dari luar daerah tiba di Kota Batam. ”Mungkin akan dimakamkan setelah salat Zuhur,” kata perwakilan RT KDA.
Sekadar diketahui, Bang Yos berkarir sebagai jurnalis atau wartawan dari awal hingga pensiun di media cetak Batam Pos.
Selama hayat, almarhum dikenal murah senyum dan suka menyumbangkan suara emasnya di acara media. Sehingga ia dikenal sebagai “Rocker-nya Wartawan”.
Bang Yos berasal dari Pulau Tujuh, Kabupaten Natuna, dan besar di Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Ia meninggal di usia 56 tahun, beberapa bulan setelah pensiun dari Batam Pos. (ski)






