Waspada Cuaca Ekstrem, HMR Kerahkan OPD, Camat & Lurah Lakukan Mitigasi Bencana

FOTO Dokumentasi 2019, saat Sekda Jefridin meninjau beberapa titik banjir di Kota Batam. Kini warga diingatkan untuk waspada cuaca ekstrem di Batam.

π‘€π‘Žπ‘ π‘¦π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘‘ π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘‘π‘–π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ π‘”π‘œπ‘‘π‘œπ‘›π‘” π‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘œπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘™π‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘› 𝑅𝑇/π‘…π‘Š π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘™π‘’π‘Ÿπ‘’β„Ž π‘™π‘Žπ‘π‘–π‘ π‘Žπ‘›, π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Žπ‘Žπ‘› π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘’, π‘™π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘˜π‘–π‘‘π‘Žπ‘Ÿ, π‘šπ‘’π‘šπ‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘  π‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘›π‘” π‘π‘œβ„Žπ‘œπ‘›. πΌπ‘›π‘‘π‘–π‘›π‘¦π‘Ž π‘—π‘Žπ‘”π‘Ž π‘˜π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Žπ‘Žπ‘›.

ENGKU PUTRI, KataBatam– Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), langsung gerak cepat untuk menjaga warga dari kemungkinan terdampak cuaca ekstrem.

Melalui Nota Dinas Tanggal 7 Oktober 2022, HMR mengeluarkan beberapa instruksi kepada Organisasi Perangkat Daerah, camat dan lurah se-Kota Batam guna mengantisipasi cuaca ekstrem akhir tahun ini.

“Mengantisipasi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini di Kota Batam, maka diperlukan tindakan penanganan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir dan lainnya yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan jalan licin,” jelas Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, Jumat (7/10/2022) malam.

BACA JUGA:  Kata Mereka tentang Pak HMR, H Jefridin: Pribadi Disiplin nan Sederhana

Adapun beberapa poin arahan HMR tersebut adalah:

1. Camat dan lurah harus melakukan pemetaan wilayah rawan/risiko bencana dan melakukan tindakan antisipasi seperti :
a. Melakukan sosialisasi pengkondisian warga masyarakat untuk menjauhi kerawanan bantaran sungai, tanah longsor dan pohon tumbang.
b. Bersiap melakukan evakuasi terhadap warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
c. Mengaktifkan tim siaga bencana untuk terus memantau lingkungan sekitar yang diperkirakan akan terjadi bencana dan melaporkan kepada perangkat daerah terkait.
d. Melaksanakan kegiatan gotong royong yang melibatkan RT/RW dan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pembersihan drainase lingkungan sekitar, memangkas/memotong cabang/ranting pohon yang berdekatan dengan ruas jalan.

“Khusus Kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat dan lurah agar meningkatkan koordinasi antar-dinas terkait untuk melakukan langkah kesiapsiagaan dan antisipasi sesuai tugas pokok dan fungsinya,” pungkas Sekda Jefridin. (ski)

BACA JUGA:  FEATURE: Ketika HMR Menenun Asa dan Kebersamaan di Pulau Ngenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *