Wawancara Khusus Metro TV dengan HMR: Selamatkan PMI, Jaga Indonesia dari Omicron

KALA Pemerintah melakukan antisipasi masuknya Omicron Covid-19 ke Indonesia, saat ini setiap sore lebih 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk ke Batam, seiring batas waktu penerapan kebijakan rekalibrasi pemerintah “Negara Jiran”.

Fenomena ini membuat Stasiun televisi swasta nasional Metro TV, melakukan wawancara khusus dengan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), dalam program berita Metro Siang.

Metro TV menganggap HMR sebagai tokoh sentral nasional tentang hal ini. Sebab, jika salah sedikit saja dalam penanganannya, maka akan membuat.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Pemulangan PMI, saat ini ada 1.196 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikrantina di Kota Batam sebelum pulang ke daerahnya masing-masing.

Bahkan masih ada sekitar 7.000 PMI lagi dari Malaysia yang akan pulang melalui Batam, sebelum menuju daerahnya masing-masing.

𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗖𝗼𝘃𝗶𝗱 𝗣𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗠𝗶𝗴𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺
Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menjelaskan, kedatangan PMI ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam. Agar mengantisipasi masuknya Omicron ke Indonesia.

BACA JUGA:  Jefridin Kumpulkan Lurah Se-Batam, Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Ekstrem

Selain itu, jika ada salah seorang saja dari PMI tersebut yang terjangkit Covid-19, maka akan dicatat sebagai kasus aktif di Batam.

Karena itu, saat bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, saat berkunjung ke Batam akhir pekan lalu, HMR meminta agar data kasus dari PMI dipisahkan dengan data Kita Batam.

“Angka statistiknya harus dipisahkan angka temuan dari pelaku PMI. Jangan dimasukkan ke Batam. Bisa-bisa nanti dianggap kasus meningkat, sehingga PPKM Batam naik lagi,” ujarnya.

Inilah tantangan besar yang kini dihadapi Wali Kota terbaik Asia ini. Bagaimana pun PMI ini saudara kita juga, yang harus dilayani dengan baik.

𝗔𝗻𝘁𝗶𝘀𝗶𝗽𝗮𝘀𝗶 𝗢𝗺𝗶𝗰𝗿𝗼𝗻
Untuk itu, meski dengan kondisi anggaran yang seret, HMR tetap membuat serangkaian antisipasi, melalui mapping dan tracing.

BACA JUGA:  Sekda Buka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan, agar UMKM Batam Berdaya Saing

Diketahui, sesuai arahan pemerintah pusat, arus PMI yang datang ke Kota Batam berasal dari Singapura dan yang terbesar dari Malaysia.

Dari Singapura masuk melalui Pelabuhan Harbour Bay Batuampar, yang dari Malaysia melalui Pelabuhan Batam Center.

Setelah tiba di Batam, semua harus melalui pemeriksaan sebelum dibawa ke tempat karantina. Sebagaimana aturan, pendatang dari luar negeri harus dikarantina selama 10 hari, dari semula tujuh hari.

Batam sendiri sebenarnya banyak punya tempat karantina. Seperti rumah susun di Kecamatan Sagulung. Namun karena letaknya jauh, maka semua dibawa ke Asrama Haji Batam Center.

Tak hanya itu, untuk yang perlu dirawat maka akan dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di Pulau Galang.

“Saat kedatangannya sudah dipantau. Yang positif meski tidak ada gejala kita karantina. Selanjutnya, mereka kita wajibkan memakai masker agar, jika ada yang sakit tidak menjalar ke orang lain,” jelas HMR.

BACA JUGA:  INSPIRASI RAMADAN: Memamerkan Keluhan

Selanjutnya penyembuhan dari diri sendiri di masa Karantina di Asrama Haji, mereka diwajibkan untuk berolahraga bahkan senam dengan dipandu instruktur, sambil berjemur di lapangan asrama yang cukup mendapatkan sinar matahari.

“Biasanya (yang positif tanpa gejala) satu minggu saja sudah sembuh. Inilah yang kita upayakan terus sampai pemulangan PMI dari Malaysia bisa selesai,” jelas HMR.

Satu tambahan lagi, selama di karantina PMI masih diberi asupan makanan tiga kali sehari dan suplemen penungkat imunitas.

“Semua masukan dan arahan dari ahli pandemi dan kesehatan sudah kita laksanakan. Semoga semua bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Dari sini HMR tak hanya menjelaskan tentang antisipasi dan pengetatan protokol kesehatan saja, namun juga kesiapan Batam akan infrastruktur penunjang pemulangan PMI. (𝘀𝗸𝗶)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *