MOTIVASI PAGI

PENEMU metode Emotional, Spiritual, Qoutient (ESQ) 165, Ary Ginandjar Agustian pernah mengurai soal kepemimpinan.

Menurutnya, kepemimpinan itu seni menebar pengaruh, atau bisa mempengaruhi orang lain. Seorang pemimpin yang kuat, umumnya memiliki pengaruh yang kuat pula.

Untuk mencapai ke sana, biasanya harus melalui beberapa anak tangga. Pertama, haruslah “dicintai”, barulah Anda bisa memiliki memiliki hubungan yang erat dengan yang dipimpin.

Tangga kedua, harus “dipercaya”, barulah Anda bisa memiliki integritas. Selanjutnya, harus memiliki “pengikut”, barulah Anda bisa menolong mereka.

Tangga keempat, Anda harus memiliki “kader” untuk itu harus bisa membimbing.

Tangga terakhir, Anda harus mampu memberikan “warisan” (legacy) hidup, maka Anda bisa menjadi pemimpin abadi.

BACA JUGA:  Lantik Pengurus Pramuka Belakangpadang, Kak Jefridin Pesan Harus Tangguh & Mandiri!

Sanggup? ***


Foto: H Muhammad Rudi dan Hj Marlin Agustina (dokumentasi tahun 2018 sebelum pandemi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *