MASJID TANJAK- Sekitar seribu jamaah memadati Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak, Bandara Hang Nadim, untuk mendirikan Salat Jumat perdana, siang tadi (17/6/2022).
Selain dipadati para pegawai dan orang-orang yang beraktivitas di bandara, Salat Jumat perdana ini juga diikuti ratusan warga Batam dari berbagai penjuru. Bahkan, banyak yang datang dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Seusai salat, mereka mengabadikan kenangan dengan berfoto-foto di sudut-sudut masjid. Ada yang berfoto di depan mimbar, di tangga masjid dan di area kolam air mancur.
Namun, umumnya warga selfie atau wefie di pelataran dengan latar belakang masjid yang dibangun Badan Pengusahaan (BP) Batam dan digagas Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), tersebut.
Menurut warga, peristiwa agung ini harus diabadikan sebab memiliki nilai sejarah. Sebab mereka menjadi saksi utama yang menandai dibukanya masjid ikonik dengan ciri khas budaya Melayu tersebut.
“Kami berfoto untuk mengabadikan momen yang tak pernah akan terulang lagi,” jelas Muhammad, warga Botania, saat ditemui sedang foto bersama keluarganya di pelataran masjid.
Beda lagi dengan Nusur, yang mengaku jauh-jauh dari Bengkong agar bisa salat di sini. “Alhamdulillah, saya dapat bersama masyarakat melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Tanjak. Sungguh pengalaman bersejarah yang sudah lama kami nantikan,” ujarnya.
“Paling tidak nanti saya bisa cerita pada anak cucu, bahwa saya ikut salat Jumat saat masjid ini pertama dibuka,” kali ini dijelaskan Basith, warga Bida Asri.
“Momen cepat berlalu, waktu hilang dalam sekejap, dan pemandangan terus menerus berubah. Karena itu, kamera diciptakan untuk mendokumentasikan dan memelihara momen itu agar dapat terus hidup dan terkenang selamanya,” ujar Riza, seorang jemaah asal Batam Center, mengutip kalimat fotografer Monica Shulman, dalam artikelnya yang terbit di huffingtonpost.com, Senin, 20 Oktober 2014 lalu. (ski)











