ENGKUPUTRI, KataBatam — Batam saat ini memiliki sebuah museum kebanggaan dan satu-satunya di Batam yakni Museum Batam Raja Ali Haji.
Awalnya, sebelum difungsikan sebagai museum penyimpan benda-benda bersejarah, gedung Museum Batam Raja Ali Haji hanyalah bangunan mangkrak yang tak difungsikan setelah gelaran MTQ berakhir.
Sebagaimana diketahui gedung berwarna putih yang menyerupai Masjid di Dataran Engku Puteri Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau tersebut awalnya bekas gedung MTQ pada 2017 silam.
Setelah MTQ berakhir, gedung itu kosong dan tak pernah disinggahi orang banyak.
Hanya saja, karena model gedung yang instagramable, banyak orang yang berfoto dengan background bangunan tersebut.
Akibat lama tak difungsikan, kondisi di dalam Gedung banyak rusak, seperti atap bocor dan lantainya sudah pada bolong.
Atas izin Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), kemudian gedung ini dialihfungsikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam sebagai museum bernama Museum Batam Raja Ali Haji.
Kini, Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah terbaik. Lantaran koleksinya berhubungan dengan sejarah Batam.
Setiap harinya Museum Batam Raja Ali Haji ini banyak dikunjungi oleh masyarakat umum.
Menjadi primadona bagi kalangan pelajar dan berbagai instansi pemerintahan ataupun swasta.
Pemerintah Kota Batam, membuka Museum Kota Batam Raja Ali Haji, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-191 Kota Batam, tepat pada Jumat, 18 Desember 2020 lalu.
Pembukaan ditandai dengan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) membuka tirai sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau Nong Isa.
Nong Isa adalah penerima mandat Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga, untuk memerintah kawasan Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829.
Pemerintahan Nong Isa itu menjadi tonggak lahirnya Kota Batam.
Tak hanya itu, menjelang Museum Raja Ali Haji dibuka, Disbudpar Kota Batam mendatangkan cogan asli, yang merupakan regalia atau simbol kebesaran dari Kerajaan Riau-Lingga, Johor, Pahang yang tersimpan di Museum Nasional.
Cogan tersebut hanya satu-satunya yang ada. Dulunya cogan tersebut hanya dikeluarkan saat penabalan para raja. (Sumber: Tribun Batam/ski)






