APA yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar nama H Muhammad Rudi (HMR)? Tentu karya pembangunannya, dan yang tak kalah penting kemampuannya merawat kebhinekaan, sehingga lekat sebagai tokoh persatuan dan keragaman.
Kunci dari kesan positif yang melekat dalam diri Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam tersebut adalah, HMR mampu membangun komunikasi yang apik ke kalangan elite politik lintas partai maupun elemen. Baik dalam pemerintah maupun masyarakat sipil.
Diakui atau tidak, model komunikasi yang dilakukan HMR sangatlah efektif. Tidak provokatif, apalagi –amit-amit– menista teman seiring di depan publik agar diri tampak tinggi.
Hasilnya, suami Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina ini, mampu menciptakan kesejukkan suhu politik. Terbukti ia mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Wajar jika akhirnya HMR dianugrahi sebagai Bapak Pembauran Kota Batam oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam, yang disematkan di Hotel Harmoni One, Kamis (31/3/2021) lalu.
Penganugrahan itu, disaksikan langsung oleh ketua paguyuban-paguyuban se Provinsi Kepri, juga para tokoh-tokoh penting daerah, seperti mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan Isdianto, juga mantan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, serta mantan Wali Kota Batam (almarhum) Nazief Soesila Dharma.
Kepiawaian HMR dalam menjaga stabilitas selama hampir dua periode kepemimpinannya, karena ia bisa diterima berbagai kalangan seluruh masyarakat Batam dan Kepri yang menjadi miniatur Indonesia.
Hal ini tampak saat HMR melantik pengurus Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PK-NTT) Kota Batam di Dataran Engku Putri, Sabtu (26/11/2022) malam.
Juga ketika membuka musyawarah besar (Mubes) IX Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota Batam di Hotel Pacific, Sabtu (26/11/2022) pagi.
HMR juga sangat dihormati, saat hadir dalam Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) Kepri, di Aula Arafah I Asrama Haji, Batam Center, Jumat (25/11/2022) siang. HMR sampai dipasangkan songkok recca.
Serta, ketika ia menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Masyarakat Nias Utara (Permanira) periode 2022-2025 di Pena Hall Batam, Sabtu (6/11/2022) malam. Di sini, HMR dipasangkan rompi adat Nias.
Dia pun mengajak warga Batam dari beragam daerah di Indonesia tersebut, ikut aktif mendukung pembangunan Batam menuju kota baru, serta menekankan, persatuan dan kesatuan serta keamanan di Kota Batam.
Kepiawaian HMR masuk ke semua kalangan ini tak lepas dari latar belakangnya yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Sehingga, ia bisa merasakan dan mengerti apa yang dibutuhkan seluruh masyarakat termasuk merangkul semua kalangan.
Maka jangan heran jika HMR terpanggil lalu turun langsung ke jalan menggalang dana untuk korban bencana alam, gempa bumi di Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Meminjam istilah aktivis Pemuda Nasional Sahat Martin Philip Sinurat, sosok HMR merupakan pemimpin yang benar-benar menerapkan politik santun dan berjiwa kesatria.
“Santun” di sini bukan sebatas dipahami sebagai orang yang membungkuk-bungkuk di depan orang lain. Definisi “santun” ini adalah bagian dari kepemimpinan berakhlak, yang di dalamnya ada kejujuran, integritas, transparansi dan kecerdasan.
Ini perlu penulis jabarkan, mengingat saat ini banyak orang bisa tampil sempurna dalam soal sopan-santun, tapi tidak dalam akhlak. Bahkan diam-diam menyimpan sifat khianat.(ski)










