ENGKU PUTRI, KataBatam- Beratus tahun lalu, Batam sudah tidak asing lagi bagi orang Bugis. Bahkan raja-raja dan pembesar kerajaan di Kepulauan Riau ini banyak keturunan Bugis.
Hal ini dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam H Jefridin, saat Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) Kota Batam, di Aula Kantor Wali Kota Batam, Minggu (27/11/2022).
Apabila ada orang Melayu memiliki gelar “Raja” di depan namanya, sebut Jefridin, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut memiliki darah campuran di antara Bugis dan Melayu.
“Tidak heran jika banyak sekali perpaduan budaya Melayu dan Bugis dapat dilihat di hampir wilayah Kepri,” ucap suami Hj Hariyanti Jefridin ini.
Saking eratnya, lanjut Jefridin, sampai ada istilah orang Kepri yang menyebut, Bugis dan Melayu ibarat mata warna hitam dan putih.
“Artinya ketika warna bola mata hitam semua, kita tidak akan bisa melihat. Begitu juga sebaliknya. Jadi perpaduan Bugis dan Melayu tidak dapat dipisahkan,” terang mantan guru
ini.
Untuk itulah di akhir sambutan, Jefridin mengajak seluruh pengurus KKS yang sudah dilantik dapat terus bersinergi dan berkolaborasi bersama-sama pemerintah membangun Batam .
“Saya kira membangun Batam perlu kebersamaan, tak bisa sendiri. Kita sama masing-masing punya kelebihan,” imbuhnya.
𝗝𝗲𝗳𝗿𝗶𝗱𝗶𝗻 𝗣𝗮𝗽𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗴𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗛𝗠𝗥
Sebagaimana tema acara ini, “Jalin Silaturahmi yang Solid di Rantau”, Jefridin yang mewakili Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) tersebut, menyampaikan pesan, atas nama Pemerintah Kota Batam mengucapkan selamat atas dilantiknya Ir. H. Junimrah MT sebagai Ketua DPD KKS Kota Batam masa bhakti 2022-2027.
“Selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik dan dikukuhkan, semoga wadah ini bisa menjadi pemersatu di Kota Batam,” kata Jefridin.
Kemudian ia menjabarkan, bahwa Batam sedang massive membangun. Di bawah kepemimpinan Wali Kota HMR, yang juga Kepala Badan Pengusahaan Batam, sejumlah infrastruktur terus digesa terlebih ditopang Pemko Batam dan BP Batam untuk menjadikan Kota Batam Maju dan Modern, sebagaimana visi HMR menjadikan Batam Baru.
“Pembangunan infrastruktur memberikan peranan yang sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi baik tingkat nasional dan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, infrastruktur yang kurang memadai mempengaruhi daya tarik investasi dan wisatawan datang ke Kota Batam. Berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, Batam tidak ada lahan untuk bertani untuk bersawah dan hasil bumi yang bisa digarap
“Batam hanya mengadalkan letak yang strategis, oleh karena membangun infrastruktur adalah membangun masa depan,” jelasnya.
𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗼𝗽𝗽𝗲𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗷𝘂𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶 𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶
Sementara itu, Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak menitipkan pesan kepada warga Soppeng di mana pun berada, agar menjadi pelaku sejarah yang baik. Orang Soppeng harus ada sebagai penyejuk dan pemberi solusi di mana pun dia berada.
“Saya meyakini dan percaya bahwa pengurus yang baru dilantik akan bekerja dengan baik dengan program-program yang bermanfaat dan tetap jaga kebersamaan di bumi rantau ini,” paparnya. (ski)






