INSPIRASI PAGI: Komentar Pintar

PINTAR: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, saat membuka Pembinaan Akhlak Mulia TP-PKK Kota Batam, belum lama ini. Di setiap kesempatan Marlin selalu mengajak kaum perempuan khususnya, cerdas dalam bermedia sosial.

DI ERA media sosial saat ini, banyak kita melihat netizen dengan entengnya berkomentar akan sebuah hal. Tak salah, tapi jangan langsung dipercaya.

Sebenarnya kalau kita mau sedikit jeli, dari beragam komentar itu bisa kita pilah mana yang intelektual dan mana yang hanya sekadar buang sampah. Semua terbaca dari caranya beropini dan menuduh.

Misal bagaimana cara seseorang menanggapi sebuah konteks dalam teksnya. Nyambung atau tidak?

Kemudian apakah saat melempar tuduhan atau mengambil kesimpulan tadi, disertai data atau tidak?

Data atau bahasa Latin-nya, “datum”, adalah hasil dari pengukuran atau pengamatan suatu variabel tertentu dalam bentuk kata-kata, warna, angka, simbol, dan keterangan lain. Bisa primer, sekunder, internal atau eksternal.

BACA JUGA:  Jefridin dan Ribuan Jemaah BKMT, jadi Saksi Kemeriahan Gebyar Muharam Sagulung

Selanjutnya cek apakah argumennya bisa membuktikan atau meyakinkan? Serta apa, siapa dan darimana sumber atau daftar pustakanya?

Ribet ya? Begini saja, jika menemukan sebuah komentar yang menuduh atau mengklaim, jangan langsung dipercaya. Kecuali disertai bukti terpercaya.

Sudah tahun 2023 Bos. Yuk smart. Ingat, “Masalah di dunia ini terjadi ketika orang bodoh terlalu yakin dan orang pintar penuh dengan keraguan,” kata Bertrand Russell, filsuf, juga ahli matematika dari Inggris, Peraih Nobel Sastra pada 1950.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *