INSPIRASI RAMADAN: Memamerkan Keluhan

MENJAGA rahasia bukanlah hal yang mudah. Saat ini, setiap orang memiliki sosial media dan bisa mengunggah apa pun yang sedang terjadi pada dirinya secara realtime. Hampir tidak ada sesuatu pun yang dirahasiakan. Termasuk keluhan.

Keluhan tak hanya dipamerkan, bahkan dipoles dengan narasi untuk mencari simpati, seolah paling terzalimi di dunia. Padahal kenyataannya tak seperti itu.

Padahal Rasulullah mengajarkan bahwa, seseorang yang mampu menjaga rahasia, sejatinya ia telah memiliki pusaka kebajikan. Baginda bersabda, “Tiga hal yang merupakan pusaka kebajikan; merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sedekah.” (HR Thabrani).

Tiga hal ini adalah esensi ibadah puasa yang dapat kita pelajari selama Ramadan untuk diwujudkan di luar bulan-bulan Ramadan.

BACA JUGA:  Bantuan Sosial Tunai Tahap III Sudah Cair, Kali Ini untuk 21.914 KPM

Sebab, puasa adalah suatu bentuk ibadah yang bersifat Sirri (tertutup dan tersembunyi ), puasa menjadi rahasia manusia dengan Tuhannya.

Di dalam puasa jika dijalankan dengan benar tidak ada sifat riya (pamer) dan tipuan, tidak ada pujian dan sanjungan.

Pun juga, tak akan punya sifat memamerkan keluhan, apalagi suka “playing victim”, yakni penyakit jiwa berupa tindakan manipulatif, di mana seseorang yang sebenarnya adalah pelaku yang telah melakukan kesalahan, justru bertindak seolah-olah menjadi korban.

Ketika seorang mukmin berpuasa, maka cukuplah bagi rasa lapar dan tunduknya itu hanya Allah yang mengetahuinya, begitu juga atas kebenaran niatnya.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *