INSPIRASI RAMADAN: Akhirat & Dunia

ADA PESAN “jleb” dari Imam Al Baihaqi buat anak-anak muda, “Wahai anak muda, kalau ingin gigih mencari; carilah akhirat. Karena sangat banyak kami lihat pencari akhirat pasti akan dapat dunia. Tapi tak pernah kami lihat pencari dunia mendapat akhirat.”

Dalam sebuah riwayat, diceritakan Sultan Nuruddin Zanki pernah melihat bayangannya sendiri sambil berjalan. Ketika ditanya, beliau jawab:

“Kita & dunia ini seperti kita dan bayangan. Kita kejar ia, ia malah terus menjauh. Tapi ketika kita meninggalkannya, ia balik mengejar kita.”

Pesan ini bukan lantas dipahami, “Wah berarti ga usah mikirin dunia dong ya?” Ini kesimpulan salah kaprah; bahkan tak sejalan dengan Islam. Sebab membuatnya malas berkarya, malas bekerja dan seterusnya.

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Yang Mencintai

Yang dimaksud Sultan Nuruddin Zanki adalah tentang obsesi hidup kita. Seproduktif apapun orang bekerja, rapi berjas dan necis; kalau memang obsesinya akhirat maka kerjanya bernilai taat.

Islam mengajarkan agar karier kita, prestasi dan karya menjadi “amal shalih” yang ditimbang sebagai ibadah. Jadi pekerjaan kita itu sebenarnya bukan semata-mata untuk menjemput rezeki duniawi saja.

Sebagaimana pesan Allah pada keluarga Nabi Daud dalam surat 34:13. “… Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah)…” Produktif itu sebagai bentuk syukur.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *