Terkait Relokasi, Warga Rempang Ajukan Lima Permintaan Kepada Kepala BP Batam

relokasi warga rempang

“𝘉𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘪𝘴𝘶-𝘪𝘴𝘶 𝘭𝘪𝘢𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘶𝘳. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘦𝘬𝘰𝘯𝘰𝘮𝘪, 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪,” 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘸𝘢𝘳𝘨𝘢.

BATAMCENTRE, KataBatam– Warga rempang mengajukan sejumlah usulan/ permintaan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat terkait pengembangan Rempang sebagai Kawasan Ekonomi Baru di Batam.

Warga Rempang mengusulkan agar:

1. Pemakaman diberikan perhatian khusus
2. Minta tempat relokasi sementara yang layak
3. Meminta kepastian hukum terkait hak-hak warga
4. Meminta pemindahan (relokasi) warga dilakukan bertahap.
Selanjutnya, terkait akan dibangunnya pabrik kaca terbesar yang diperkirakan akan menyerap 306 ribu tenaga kerja itu, maka…
5. Warga meminta agar warga Rempang diprioritaskan sebagai tenaga kerja di pabrik tersebut.

“Banyaknya isu-isu liar yang membuat informasi menjadi simpang siur. Jika ini memang untuk kepentingan negara dan demi kemajuan masyarakat dan ekonomi, kami siap mendukung pembangunan ini,” ucap salah seorang warga.

BACA JUGA:  300 Pegawai BP Batam & 20 Anggota Pikori Ikut Pelatihan Pembentukan Karakter

Usulan-usulan tersebut, disampaikan warga dalam acara dialog bersama Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam H Muhammad Rudi (HMR), di Hotel Harmoni One, Batamcentre, Batam, Rabu (6/9/2023).

Dialog yang berlangsung beberapa jam itu berjalan dengat hangat dan cair. Warga Rempang sangat memahami bahwa pengembangan pulau Rempang ini demi untuk kemajuan Kota Batam, khususnya Pulau Rempang itu sendiri.

Sedangkan dalam hal ini, HMR yang juga Wali Kota Batam, memaparkan hak-hak Masyarat yang terdampak dari pengembangan pulau Rempang, sesuai arahan dari Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu.

Selain menyampaikan yang menjadi arahan Kementrian Investasi tersebut. HMR menegaskan akan menyiapkan fasilitas umum yang menajadi kebutuhan warga. Misalnya seperti, fasilitas sosial, pendidikan, rumah ibadah, dan sebagainya.

“BP Batam berkomitmen tak memindahkan, tanpa persiapan yang maksimal. Saya berharap masyarakat lebih maju dan prekonomiannya semakin baik,” kata HMR.

BACA JUGA:  BP Batam Terus Sosialisasikan soal Relokasi Warga Rempang ke Maritime City, Sijantung

Terkait permintaan warga Rempang yang meminta diprioritaskan dalam ketenagakerjaan, pihak BP Batam akan membangun sekolah kejuruhan yang dibutuhkan oleh pabrik tersebut.

Hadir dalam dialog ini, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, Organisasi Masyarakat (Ormas) Rempang, Tokoh Agama dan Masyarakat Rempang.

𝗣𝗲𝗿𝗵𝗮𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗸-𝗵𝗮𝗸 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, lanjut HMR, berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan kawasan Rempang.
Termasuk mengupayakan hak-hak yang akan diperoleh warga yang terdampak pembangunan jika proyek berjalan.

“BP Batam memahami betul kondisi masyarakat Rempang saat ini. Namun, momentum pembangunan dan investasi ini diharapkan mampu membawa masyarakat lebih sejahtera dan maju ke depannya,” tambahnya.

Sesuai arahan Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu, BP Batam akan menyiapkan kaveling seluas 500 meter persegi untuk masyarakat yang memiliki rumah di atas Areal Penggunaan Lain (APL).

Selain itu, bersedia direlokasi ke areal yang telah ditetapkan. Di kaveling tersebut akan dibangun pula rumah dengan tipe 45.

BACA JUGA:  Perpres 78/2023 Keluar, Ganti Untung soal Pengembangan Rempang Jelas Sudah

𝗞𝗿𝗶𝘁𝗲𝗿𝗶𝗮 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸:
1. Warga kampung dalam Kelurahan Sembulang atau Kelurahan Rempang Cate;
2. Memiliki KTP dan KK Kelurahan Sembulang atau Rempangcate;
3. Bermukim minimal 10 tahun berturut-turut di kampung dalam Kelurahan Sembulang atau Kelurahan Rempang Cate dengan dibuktikan melalui Surat Keterangan Ketua RT, RW, Lurah, dan Camat setempat.

“Pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas umum, fasilitas sosial, pendidikan, serta prasana lainnya untuk mempermudah aktivitas masyarakat ke depan,” ungkap HMR lagi.

Dengan nilai investasi yang cukup besar, Rudi optimistis jika pendidikan dan pelatihan khusus yang akan diberikan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) kepada masyarakat apabila proyek berjalan nantinya sangat berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian ke depan.

“BP Batam berkomitmen, tak memindahkan tanpa persiapan yang maksimal. Saya berharap, masyarakat bisa maju dan perekonomian lebih baik,” tutup HMR. (sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *