SYUKUR NIKMAT: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), didampingi Bupati Karimun H Aunur Rafiq, menerima ucapan selamat dari Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dalam sebuah acara belum lama ini. Pemimpin yang selalu bersyukur akan selalu dirahmati.
NIKMAT yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia itu tak ada yang kekal, bisa lenyap dalam sekejap. Namun, Imam al-Ghazali, mengatakan ada satu langkah agar nikmat yang diberikan Allah SWT itu tetap terjaga. Apa itu?
Dilansir dari Kitab Minhajul Abidin yang diterjemahkan Abu Hamas As-Sasaky dan diterbitkan Khatulistiwa Press 2013,
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur adalah pengikat nikmat.
Dengan terus menyatakan syukur, maka nikmat yang didapat seorang hamba akan menjadi langgeng dan lestari. Sebaliknya, jika seorang hamba meninggalkan syukur, maka nikmat itupun akan lenyap.
Penegasan tentang pentingnya menjaga nikmat dengan bersyukur itu adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Yang artinya:
“Sesungguhnya nikmat-nikmat itu memiliki sifat-sifat yang liar, seperti liarnya binatang liar. Maka ikatlah ia dengan bersyukur.”
Tak heran, jika Rasulullah SAW menganggap syukur adalah ciri orang-orang yang beriman. Diriwayatkan dari Shuhaib, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Setiap perkara orang beriman itu sungguh luar biasa. Karena setiap urusannya adalah baik. Ini tidak akan terjadi pada diri seseorang kecuali orang beriman yang sejati.”
“Jika dia memperoleh, kesenangan, dia bersyukur, dan ini baik baginya. Jika dia mengalami kesulitan, dia bersabar dan ini juga baik untuknya.” (HR Muslim)
Bagaimana menurut Anda? (ski)






