INSPIRASI PAGI: Vesakha, Vesak, Waisak

NAMA “Waisak” berasal dari bahasa Sansekerta, “Vesakha”, yang merupakan nama bulan dalam kalender India Kuno. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Wesak/Vesak di Malaysia, Singapura, dan Sri Lanka, serta Visakha Bucha di Thailand.

Keputusan resmi untuk merayakan Trisuci Waisak dinyatakan pertama kali dalam Konferensi Persaudaraan Buddha Sedunia di Sri Lanka pada 1950.

Dalam konferensi itu, ditetapkan perayaan Waisak pada purnama pertama di bulan Mei dan terus diperingati setiap tahunnya pada bulan yang sama.

Semua bermula dari Siddharta Gautama, guru spiritual dari wilayah timur laut India yang merupakan pendiri agama Buddha. Ia lahir pada 623 SM lahir di Taman Lumbini, dengan bersih tanpa noda, berdiri tegak, dan langsung dapat berjalan.

Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa kelak Siddharta akan menjadi seorang Chakrawatin (Maharaja Dunia). Dalam keyakinan umat Buddha, Pangeran Siddharta lahir ke dunia sebagai seorang Bodhisatva (calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi).

Pada usia 35 tahun, Pangeran Siddharta Gautama mendapat Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Bodh Gaya. Selanjutnya, Buddha Gautama berkelana untuk menyebarkan Dharma (kebenaran) selama 45 tahun.

Buddha Gautama wafat pada 543 SM di usia 80 tahun. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, para pengikutnya melakukan sujud kepada Sang Buddha.

Peristiwa kelahiran, penerangan agung, dan kematian Sidharta Gautama terjadi pada tanggal yang sama, yakni bulan purnama di bulan Mei. Oleh umat Buddha, tiga peristiwa penting tersebut yang dinamakan Trisuci Waisak, dan dirayakan sebagai hari raya Waisak.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
____
DISARIKAN dari artikel Kompas .com, Waisak: Sejarah dan Perayaannya

BACA JUGA:  Siaga Pengawasan Pemilu 2024, Jefridin Ajak ASN Netral & Masyarakat Kompak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *