MEMBACA artikel “Kisah Sukses Habibie, Antara Kerja, Doa, Cinta”, oleh Institut teknologi Indonesia, ada sebuah pelajaran berharga tentang ketahanan dan adaptabilitas yang juga dianut oleh Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam, H Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.
Di antaranya, seperti ditulis Ryan Holiday dalam “The Obstacle Is The Way: The Timeless Art of Turning Trials into Triumph“, rintangan bukanlah halangan tetapi jalan itu sendiri. Ini bagai cerminan filosofi stoisisme, di mana setiap kesulitan dihadapi bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai peluang untuk berkembang dan berinovasi.
Pelajaran kedua adalah tentang pentingnya pola pikir pertumbuhan (growth mindset) yang digagas Carol S Dweck dalam bukunya “Mindset: The New Psychology of Success“.
Amsakar-Li Claudia yang baru saja menerima penghargaan sebagai Pemimpin Terbaik ini, adalah contoh seseorang yang percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Mereka tidak pernah berhenti belajar, bahkan setelah mencapai puncak kariernya.
Buku ketiga yang relevan adalah “Grit: The Power of Passion and Perseverance” karya Angela L Duckworth. Grit yang ditunjukkan di sini adalah kombinasi antara passion yang membara dan ketekunan yang luar biasa untuk tujuan jangka panjang: membangun Batam dan menyejahterakan masyarakatnya.
Terakhir, Amsakar-Li Claudia mengajarkan tentang integritas dan konsistensi nilai. Seperti ditulis Stephen R Covey dalam “The 7 Habits of Highly Effective People“, efektivitas sejati dibangun dari dalam ke luar, dari karakter dan paradigma yang menjadi dasar setiap tindakan.
Amsakar, khususnya, tidak mengubah nilai-nilainya ketika berpindah dari dunia birokrat ke politik. Doktor Ilmu Pemerintahan ini tetap sama: seorang yang percaya pada ilmu pengetahuan dan kontribusi untuk bangsa, terutama Kota Batam.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Nilai Amsakar-Li Claudia






