MEKAH, KataBatam- Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, saat ini tengah menjalani ibadah haji. Ia pun membagikan berbagai momen lewat artikel di media sosialnya, berjudul “Catatan Pelepas Penat: KISAH PERJALANAN”. Berikut petikannya.
Bermula dari penerbangan Kamis, 21 Mei 2026 pukul 21.20 WIB, yang menempuh perjalanan hampir 8 jam dimana kami tiba di Jeddah pada Jumat, 22 Mei pukul 06.10 WIB (02.10 waktu Arab Saudi).
Dari Jeddah, kami diberangkatkan menuju Moro Alalameyah Hotel Makkah. Di hotel inilah jamaah kloter 25 embarkasi Batam diinapkan. Setelah seluruh barang-barang dimasukkan ke kamar, kami pun beristirahat menyimpan energi untuk esok hari.
𝗟𝘂𝗽𝗮 𝗛𝗮𝗻𝗱𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴
Keesokan harinya di hari kedua, ada cerita yang cukup menarik, saya bolak balik antara kamar mandi dengan tempat tidur, keluar – masuk berkali-kali. Lalu teman bertanya, “Ada apa komandan?! (bahasa kami penghuni kamar 1602)”. Saya bilang, “lagi mencari handuk, ada yang nampak gak?”
Karu yang kebetulan sekamar dengan saya –Komandan Kadek– mengatakan, “Itu yang Bapak pakai di pinggang!” Karena sudah berhari-hari pakai ihram sampai membuat saya lupa bahwa handuk sudah diselempangkan di pinggang.
𝗛𝗣 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗧𝗮𝗸 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴
Pernak pernik di hari ketiga terjadi setelah sarapan pagi. Seperti biasa saya turun ke lantai dasar, di samping ruangan kecil bersebelahan dengan pintu masuk hotel.
Selanjutnya, saya ke luar berjalan sekitar 20 sampai 30 menit ke seberang hotel menuju tempat ngopi yang sudah familiar dengan kami.
Tapi karena kursi penuh, maka saya memilih jalan-jalan santai saja sekitar 20-an menit. Melihat kursi di tempat ngopi masih full juga, maka saya memutuskan kembali lagi ke hotel.
Sebelum ke kamar, hati saya ingin kembali ke ruangan kecil tadi, ternyata hp saya tertinggal di ruangan itu. Tapi syukur Alhamdulillah, Hp tersebut dalam keadaan aman-aman saja.
Sampai di dua bagian cerita ini saya berpandangan bahwa kalau memang hak kita, tak akan kemana-mana.
𝗗𝗶𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱𝗶𝗹 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺
Selain dua cerita itu, dalam keseharian saya merasa semua dimudahkan. Saat bangun, ada rekan yang menyiapkan kopi. Tiba giliran jam makan, ada yang berinisiatif mengambil nasi kotak.
Saat hendak berangkat ke Masjidil Haram, tatkala orang-orang sulit mendapatkan tumpangan, justeru kami dibantu menggunakan bus.
Di sini saya menemukan kebenaran filosofi hidup: mudahkanlah urusan orang lain, niscaya Allah akan mudahkan urusan kita. (ski)
______
> FOTO: Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mendampingi istri tercinta, Erlita Sari, selama menjalankan ibadah haji. Semoga Pak Am dan ibu kembali pulang ke Batam, dengan sehat wal afiat dan jadi haji mabrur. Aamiin.
> Ikuti terus cerita unik Amsakar Achmad , lainnya saat berhaji di tanah suci, di laman ini.
Di Tanah Suci, Amsakar Banyak Menemukan Keajaiban dan Kebenaran Filosofi Kehidupan






