24 Juni 2024

Kabar Baik dari Batam

Dewan Pengawas, Hakim & Panitera MTQH Ke-10 Kepri Dilantik, Marlin: Jaga Kredibilitas!

INDEPENDEN: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, saat melantik Dewan Pengawas, Dewan Hakim Dan Panitera MTQH Ke-10 Tingkat Provinsi Kepri, Tahun 2024, di Aula Engku Hamidah, Lantai IV gedung Pemerintah Kota Batam, Batamcenter, Senin (20/5/2024).

ENGKU PUTRI, KataBatam- Dewan Pengawas, Dewan Hakim Dan Panitera Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) Ke-10 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2024, resmi dilantik, Senin (20/5/2024).

Bertempat di Aula Engku Hamidah, Lantai IV gedung Pemerintah Kota Batam, Batamcenter, mereka yang dilantik ini terdiri dari 5 dewan pengawas, 127 dewan hakim, dan 22 panitera.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pemakaian baju toga oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kepri Hj Marlin Agustina, yang juga adalah Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

“Dewan hakim memiliki peran strategis dalam pelaksanaan MTQH ini. Karena itu harus menjaga integritas, kualitas dan kredibilitas,” pesannya.

Diakuinya bahwa tugas yang diemban tidak ringan. Untuk itu dewan hakim harus mampu menilai dengan objektif dan bijaksana sesuai kaidah yang telah ditentukan.

Marlin berpesan, dalam memberikan penilaian harus objektif dan lepaskan ciri kepentingan, golongan dan pengaruh kedaerahan. Harus cermat dan hati-hati dalam memberikan penilaian sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Bekerja sebagai tim tidak bertindak sendiri-sendiri. Harus berdasarkan musyawarah. Sehingga melahirkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pesannya.

π‰πžπŸπ«π’ππ’π§: 𝐁𝐞𝐫𝐒𝐀𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐒π₯𝐚𝐒𝐚𝐧 πŽπ›π£πžπ€π­π’πŸ 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐟𝐞𝐬𝐒𝐨𝐧𝐚π₯
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, mewakili Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menyampaikan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan MTQH Ke-10 Tingkat Provinsi Kepri adalah keberadaan para dewan hakim.

Ketua LPTQ Kota Batam ini berharap, dewan hakim objektif dan profesional dalam memberi penilaian secara

“Bapak/Ibu adalah orang-orang yang terpilih, yang dibebankan mengemban amanah umat, diperlukan keseriusan, sikap objektif, jujur, sportif, serta tidak berpihak, dan selalu menjunjung tinggi kebenaran dalam memberikan penilaian,” ujarnya. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.