BATAMKOTA, KataBatam- Hari ini, 1 Agustus 2025, Wali Kota Batam DR H Amsakar Achmad S Sos M Si, genap berusia 57 tahun.
Kami ucapkan selamat ulang tahun Pak Doktor! Semoga Tuhan karunia-kan umur yang berkah, kesehatan, dibukakan pintu rezeki, dimudahkan semua urusan, diberikan kebijaksanaan dalam memimpin Kota Batam, dan dikabulkan semua doa-doa terbaik Bapak dan keluarga. Aamiin.
Sebagai catatan Tim Riset & Data KataBatam, Tahun 2025 ini menjadi tahun dahsyat bagi tokoh yang lahir di Sungaibuluh, Singkep Barat, Kabupaten Lingga, 1 Agustus 1968 lalu itu. Pencapaian sangat luar biasa.
Pada 20 Februari 2025, Amsakar dilantik sebagai Wali Kota Batam, oleh Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, masih di hari yang sama, ia dilantik sebagai Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan Batam oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta.
Tak hanya dalam karir politik yang moncer, 2025 ini juga menjadi tahun puncak pencapaian akademik Amsakar. Rabu (23/7/2025), Amsakar resmi diwisuda dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Sekolah Pascasarjana IPDN, di Jatinangor, Jawa Barat.
Semua prestasi ini tak lepas dari sikap persisten Amsakar yang ia pupuk sejak belia dulu. Persisten dalam bahasa Indonesia merujuk pada sikap gigih, tekun, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan, meskipun menghadapi tantangan atau kesulitan.
Ini adalah kualitas yang memungkinkan seseorang untuk terus berusaha, bahkan ketika dihadapkan pada rintangan, keputusasaan, atau penolakan.
Maka jangan heran, semasa kuliah Amsakar pernah meraih berbagai penghargaan akademik, di antaranya Mahasiswa Berprestasi I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (Unri) Mahasiswa Berprestasi III Unri, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat fakultas, universitas, hingga regional Sumatera–Kalimantan Barat, serta juara II Tingkat Nasional di Bandar Lampung.
𝗞𝘂𝘁𝘂 𝗕𝘂𝗸𝘂, 𝗠𝗮𝗰𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘁𝗮
Prestasi ini tak lepas dari kegemarannya membaca buku. Sehingga Amsakar tak hanya berwawasan luas, juga menjelma menjadi “macan” data.
“Pak Am,” demikian sapaan ayah tiga putri ini, adalah pribadi pecinta buku. Pada 2 Maret 2017 lalu, Tim Riset & Data KataBatam pernah bertamu ke ruang kerjanya semasih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam.
Ternyata, ia sangat akrab dengan budaya membaca. Bagi mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini, buku selalu lekat dengan kesehariannya. Bahkan di samping meja kerjanya ada lemari kaca ukuran 2 x 2 meter yang menyimpan beberapa buku koleksi pribadinya.
Kami pun mohon izin untuk melihat-lihat buku-buku itu. Yang masih kami ingat, di antara koleksi lelaki yang tahun ini genap berumur 50 tahun tersebut, ada buku “Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi Mohammad Hatta (cetakan lama).
Buku ini adalah memoar yang mengharukan sekaligus menginspirasi tentang perjalanan hidup dan perjuangan seorang Proklamator Kemerdekaan Mohammad Hatta, yang juga tenar disebut Gandhi van Java.
Buku yang ditulis menjelang wafatnya pada 1980 itu, mengisahkan Bung Hatta sejak masa kanak-kanak hingga ke periode puncak kematangan pemikiran dan kegiatan politiknya.
Setelah baca-baca sebentar, kami kemudian duduk di kursi tamu sambil berbincang tentang buku-buku yang menjadi minatnya.
Saat itulah perbincangan kami mengarah pada sebuah buku bertajuk “Sejarah Tuhan” (History of God) karya Karen Armstrong. “Bagus sekali buku itu,” puji suami Hj Erlita Sari Amsakar ini.
Karena kecintaannya pada buku, wajarlah bila alumni Universitas Riau dan Universitas Airlangga ini berwawasan luas. Tentu ini menjadi nilai tersendiri bagi Amsakar.
Sebab bagi seorang pejabat publik, wawasan itu penting dalam diplomasi dan citra diri. Komunikasi pun bisa lebih berkembang, kata pun lebih beragam.
Karena suka membaca ini jua, membuat Amsakar selalu berbicara berbasis data. Tak buru-buru menelan informasi, sebelum divalidasi dan diverifikasi.
Hal ini tampak saat di forum-forum resmi, Amsakar menjelma menjadi macan data. Misal saat dia menjabarkan tentang fungsi pembagian wilayah kerja antara Pemko dan BP Batam. Pemikirannya detil dan terstruktur.
𝗦𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗢𝗿𝗮𝘁𝗼𝗿
Kecintaan membaca ini jualah yang membuat Amsakar piawai menulis, kemudian akrab dengan dunia sastra. Bahkan acap kali naik panggung membaca puisi yang dia tulis sendiri, dan pernah sepanggung dengan penyair nasional asal Tanah Melayu Kepri, H Rida K Liamsi. Puisi yang dia tulis yang dibaca tersebut berjudul “Mak” dan “Adaku di KunMu”.
Kumpulan puisinya, ia luncurkan dalam buku bertajuk “Puisi Sungsang, Penyair Setengah Jadi”, pada Minggu 29 Oktober 2017 lalu. Buku ini berisi 30 puisi yang dibuat Amsakar sejak tahun 1994.
Kualitas suara Amsakar ini sangat bagus. Tekstur vokalnya seolah menggambarkan anak muda sekitar 20 tahunan. Saat bicara, volumenya terkontrol, artikulasinya jelas. Ini adalah ciri seorang orator.
Dia juga piawai dalam memainkan variasi nada, dan saat berbicara tak terlalu cepat atau pelan. Sehingga mudah dipahami.
Mungkin sosok Amsakar inilah yang pernah digambarkan Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, “Jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulis-lah seperti wartawan, dan bicara-lah seperti orator.” (ski)
EDITORIAL: 2025 & Capaian Dahsyat H Amsakar Achmad di Ulang Tahun Ke-57






