News  

Embun Pagi HMR

ADA ungkapan kalimat hikmah dalam bahasa Arab yang berbunyi: ๐˜๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ.

Ada dua makna yang coba digambarkan dalam ungkapan di atas. Pertama: orang berilmu tetapi tidak bersikap dan berperilaku sesuai ilmu yang dimilikinya.

Kedua: ada orang berilmu tapi tak mau membagi ilmunya itu. Sehingga ilmu tersebut tidak berkembang bahkan mati.

Ilmu harus diamalkan. Ilmu yang diamalkan ibarat pohon yang rindang dengan buah yang lebat, sehingga bisa memberi manfaat kepada sesama manusia.

“Jika Anda ingin menguasai sesuatu, ajarkanlah. Semakin banyak Anda mengajar, semakin baik Anda belajar. Mengajar adalah alat yang ampuh untuk belajar,” ujar Profesor Richard Feynman, fisikawan Amerika yang paling berpengaruh pada abad 20. ***
_________
Foto: Ilustrasi

BACA JUGA:  PSTI Batam Cup Mengguncang Lagi, Jefridin Jadikan GOR Raja Jafar Kawah Candradimuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *