ADA ungkapan kalimat hikmah dalam bahasa Arab yang berbunyi: ๐๐ญ๐ฎ๐ถ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ข๐ฎ๐ข๐ญ ๐ช๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ.
Ada dua makna yang coba digambarkan dalam ungkapan di atas. Pertama: orang berilmu tetapi tidak bersikap dan berperilaku sesuai ilmu yang dimilikinya.
Kedua: ada orang berilmu tapi tak mau membagi ilmunya itu. Sehingga ilmu tersebut tidak berkembang bahkan mati.
Ilmu harus diamalkan. Ilmu yang diamalkan ibarat pohon yang rindang dengan buah yang lebat, sehingga bisa memberi manfaat kepada sesama manusia.
“Jika Anda ingin menguasai sesuatu, ajarkanlah. Semakin banyak Anda mengajar, semakin baik Anda belajar. Mengajar adalah alat yang ampuh untuk belajar,” ujar Profesor Richard Feynman, fisikawan Amerika yang paling berpengaruh pada abad 20. ***
_________
Foto: Ilustrasi






