ULAMA BESAR dalam sejarah Islam, Ibnu Taimiyah mengatakan, “Bahwa pilar kebahagiaan dan hidayah adalah dengan meneladani Rasulullah Muhammad SAW. Sebaliknya pangkal kesesatan dan kesengsaraan adalah karena menyelisihinya.
Meneladani Nabi Muhammad SaW, dalam khazanah bahasa Arab disebut dengan ittiba’.
Meneladani nabi SaW, sebagaimana dikatakan oleh para ulama adalah mencontoh dan meneladani beliau ranah keyakinan, ucapan, amal perbuatan, dan tindakan meninggalkan.
Yaitu dengan mengerjakan seluruh aspek dalam ranah tersebut sesuai dengan yang telah dicontohkan baginda Nabi SaW, baik yang status hukumnya wajib, sunnah, mubah, makruh, ataupun yang haram, disertai dengan niat meneladani Nabi SaW.
Mengikuti dan meneladani Rasulullah berarti mengikuti petunjuk yang lurus (Ali-Imran [3]: 31). Sedangkan berpaling dari ketaatan dan keteladanan terhadap Rasulullah SaW merupakan sebuah kedurhakaan dan bagi pelakunya kesudahan yang buruk dan mendapatkan kemurkaan dari Allah SWT.
Sebagaimana sabda Baginda Nabi SaW, “Aku tinggalkan pada kalian semua dua perkara, yang kamu tidak akan tersesat selamanya bila kalian berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku.” (HR. Hakim)
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
Referensi:
Suara Muhamadiyah, Suko Wahyudi
INSPIRASI JUMAT: Pilar Kebahagiaan






