MENYAMBUT Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2025, Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, mengimbau seluruh masyarakat memasang sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih baik di rumah, kantor, maupun tempat lainnya sepanjang bulan Agustus ini.
Lalu, apakah sebetulnya makna bendera? “Bendera adalah identitas,” kata Graham Bartram dari Flag Institute, Inggris. Masalahnya, identitas memiliki beragam interpretasi. Tantangannya: menyaring esensi suatu bangsa—nilai, keyakinan, tradisi- menjadi sekadar bentuk dan warna.
Menurut Bartram, bendera telah berevolusi ribuan tahun dari coat of arms (perlambang). “Jika Anda desainer bendera, atau vexillographer, terapkan lima prinsip berikut: sederhana, unik, tanpa huruf, dua atau tiga warna, dan simbo bermakna. Lalu, lihat bagaimana bendera itu berkibar,” jelasnya.
Dari penjelasan ini, ada tiga hal penting yang saat ini dipakai panji-panji dunia. Yakni: Simbol, mencerminkan budaya, sejarah, geografi, atau agama. Contoh bendera Barbados bertrisula; Bhutan, naga; Mozambik, senjata api; dan Kosovo, siluet wilayah negaranya.
Berdasarkan bentuknya, tak mesti persegi panjang standar. Ada beberapa bendera yang menyimpang. Contohnya: Qatar, horizontal memanjang; Nepal, segitiga bertumpuk; Swiss, bujursangkar.
Sedangkan detail, mencakup desain tak bertitik pusat, seperti Banglades. Bendera Kiribati mereplikasi lambang negara, dan Arab Saudi bersisi dua yang bukan gambar cermin bagi sisi lainnya.
Dari penjelasan ini, kita paham mengapa bendera disakralkan. Selain sebagai pernyataan kekuatan dan impian, juga jati diri. Melecehkan bendera merupakan penghinaan terbesar, sebab simbol tersebut menjadi jantung sekaligus nyawa dari bangsa.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Berkibarlah Benderaku






