INSPIRASI PAGI: Bila Kutitipkan

DI BUKU “Mencari Bening Mata Air”, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, mengajak kita merenung sejenak mengenai makna hidup ini. Mengajak mencari beningnya mata air yang memancarkan kebersihan lahir batin.

Dalam buku ini ada sebuah puisi indah berjudul “Bila Kutitipkan”, yang menarik untuk direnungkan oleh siapa saja yang merindukan pencerahan dan pembeningan mata batin, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama.

Di sajak tersebut tertangkap sebuah luapan
perasaan, emosi, tapi tetap berusaha
untuk mengendalikannya dan meredakan
segala amarah yang menguasai jiwa dengan
tetap menjaga kebersihan hati dari sifat-sifat tidak baik itu.

Berikut bunyinya:

𝘉𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘬𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵
𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨

𝘉𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘴𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯
𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘶 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘪

𝘉𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘳𝘢𝘮𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘶𝘵
𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘶𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘪𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘭𝘰𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨

𝘉𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘨𝘶𝘯𝘶𝘯𝘨
𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘨𝘶𝘯𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘪. 𝘛𝘢𝘱𝘪

𝘒𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘴𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘬𝘢𝘬𝘶
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶

𝘒𝘶𝘴𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘪 𝘳𝘦𝘴𝘢𝘩𝘬𝘶
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘦𝘴𝘢𝘩𝘬𝘶

𝘒𝘶𝘴𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘨𝘦𝘭𝘰𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘳𝘢𝘮𝘬𝘶
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘭𝘢𝘶𝘵 𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮𝘬𝘶

Sungguh sebuah laku kebijaksanaan dan kebesaran hati yang luar biasa dan layak dijadikan “teladan”. Berkorban dan bersedia menahan diri demi menghindari kerusakan yang jauh lebih besar. Toh, laki-laki tak bercerita, bukan?

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
Ref:
– Buku, “Mencari Bening Mata Air”, oleh KH Ahmad Mustofa Bisri
– Jurnal, “Nilai-nilai Sufistik Puisi ‘Mencari Bening Mata Air’ dalam Perspektif Dakwah” oleh Noor Malikah,Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara

BACA JUGA:  Komandan Sekolah Staf & Komando TNI AD Apresiasi Pembekalan HMR kepada 273 Pasis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *