INSPIRASI PAGI: Hidup tanpa Eksistensi

“KALAU hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekadar kerja, kera juga kerja,” kata almarhum Buya Hamka.

Ungkapan ini membawa pesan moral; hiduplah dengan penuh makna dan memberi manfaat bagi manusia lain. Tebar kebaikan, berkarya, mengukir prestasi, menjaga nama baik agar eksistensi terjaga.

Eksistensi? Ya! Mahluk hidup dinilai dan bernilai dari eksistensinya. Jangankan manusia, binatang juga begitu. Itulah sebabnya, nama kelompok binatang dalam bahasa Inggris berbeda-beda, mencerminkan karakteristik sosial dan status di alam liar.

Misalnya, kelompok ikan disebut “a school of fish” karena mengacu pada gerakan terkoordinasinya. “Pack” untuk sekumpulan serigala, karena suka berburu bersama.

Namun, kelompok singa disebut “pride” karena menggambarkan sifat kebanggaan, keagungan, dan dominasi sosial. Sedangkan kelompok burung hantu disebut “parliament” yang menggambarkan kesan bijaksana.

Kembali lagi, kalau hidup sekadar hidup, (sekadar punya peran/jabatan), apa bedanya kita dengan babi di hutan dan kera yang (disuruh) bekerja memetik kelapa?

“Brothers..! What we do in life, echoes in eternity,” ujar Jendral Maximus Decimus Meridius, menyemangati prajuritnya sebelum bertempur dalam film Gladiator.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Setelah Tinjau Vaksinasi Pelajar, Wagub Marlin Sambangi & Bantu Panti Asuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *