INSPIRASI PAGI: Kembali ke Buku

MINDA PUSTAKA: Foto dokumentasi tahun 2019, saat H Amsakar Achmad (kini Wali Kota Batam) membagikan koleksi buku-buku best seller-nya kepada milenial pendiri Perpustakaan Jalanan di Kota Batam.

SELAMA 10 tahun terakhir, pemerintah Finlandia mendorong laptop dan perangkat elektronik lainnya di ruang kelas. Namun tahun ajaran ini, sekolah-sekolah di sana kembali menggunakan pena dan kertas.

Sistem pendidikan publik Finlandia dikenal sangat baik, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, hasil belajar anak-anak perlahan memburuk.

Dilansir dari psychologytoday com, penelitian menunjukkan, buku fisik memberi pemahaman membaca jauh lebih baik, sekitar enam hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan buku digital.

Alasannya, membaca buku digital lebih berpotensi mendapatkan gangguan, seperti keinginan menelusuri media sosial, iklan, atau munculnya pesan atau chat yang seringkali menghambat retensi memori.

Sedangkan buku fisik, memberikan pengalaman yang mendalam, di mana pembaca bisa merasa tenggelam dalam ceritanya, dan dapat menyerap dan mengingat konten dengan lebih efektif.

Menurut para peneliti, membalik halaman saat membaca menciptakan “indeks” di otak, memetakan apa yang dibaca secara visual ke halaman tertentu. Hal itu adalah bagian yang memungkinkan otak untuk menyimpan informasi dengan lebih baik saat membaca dari buku fisik.

Benar kata penulis Amerika, Elbert Hubbard, “Saya tidak membaca buku, saya mengobrol dengan si pengarangnya.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Belahan Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *