News  

INSPIRASI PAGI: Kesadaran & Karakter

SEORANG filsuf pernah berkata, “pendosa sibuk menghakimi dosa orang lain hanya karena dosanya tak sama.”

Sering kita saksikan orang menghakimi kesalahan orang lain, coba meninggikan martabat diri dengan menginjak nama orang lain. Belakangan terungkap, ternyata kesalahannya lebih besar. Orang lain maling ayam, dirinya maling sapi.

Tulisan ini tentu bukan untuk membandingkan dosa mana yang lebih baik, sebab membandingkan kotoran ayam dengan kotoran sapi tak membuat salah satunya lebih suci. Kotor tetap kotor.

Namun yang bisa digaris bawahi adalah, tentang bagaimana orang memandang sebuah kesalahan atau dosa hanya sebatas kesadaran, bukan sebagai mental apalagi karakter.

Mental lebih berkaitan dengan kondisi batin, watak, atau jiwa seseorang, yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan berperilaku. Sementara karakter merujuk pada sifat-sifat yang relatif stabil dan menetap pada diri seseorang, yang terbentuk dari nilai-nilai, keyakinan, dan pengalaman hidup.

Artinya, mereka sadar dan mengerti (juga pinter ngomong) bahwa sesuatu itu salah, tapi tidak melekat pada diri yang mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang membedakannya dari orang lain. Sehingga, kesalahan itu tetap dilakukan.

Akhirnya, keluarlah kalimat sakti sebagai defense mechanism-nyam “Ah cuma maling ayam aja kok diributin, orang lain juga banyak yang maling sapi?!”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  GALERI FOTO: Marlin Buka Pembinaan Akhlak Mulia di Masjid At Tajid, Tiban Koperasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *