News  

INSPIRASI PAGI: Man of Power

PERNAHKAH Anda merasa tak bermakna, tak nyaman, cemas, benci sana sini, haus afirmasi dan nafsu negatif lainnya? Padahal segalanya sudah tercapai. Bisa jadi Anda belum mendapat hikmah atau naik level dalam kehidupan, dari “force” menjadi “power”.

David R Hawkins, dalam bukunya yang berjudul “Power vs Force: An Anatomy of Consciousness, The Hidden Determinants of Human Behavior, mengungkapkan sebuah pemikiran tentang tingkat kesadaran manusia.

Ia melakukan riset selama 20 tahun tentang tingkat kesadaran manusia dan menghasilkan Skala Hawkins, yang mengklasifikasikan kesadaran manusia kedalam 17 tingkatan, dari 0-1000. Kurang dari 200 disebut “force” (getaran negatif) dan skala lebih dari 200 disebut “power” (getaran positif) .

Force mencakup: malu (skala 20), bersalah (30), apatis (50), kesedihan (75), takut (100), keinginan (125), marah (150), dan bangga (175). Sedangkan power mencakup: berani (200), netral (250), kemauan (310), penerimaan (350), akal budi (400), cinta (500), sukacita (540), kedamaian (600), pencerahan (700-1000).

Seseorang dengan tingkat kesadaran kurang dari 200 seringkali masih terjebak, struggle dengan dirinya sendiri (contracted). Sementara seseorang dengan tingkat kesadaran lebih dari 200 akan bisa mulai berkembang dengan baik (expanded).

Tingkat kesadaran manusia bisa fluktuatif. Namun sebenarnya memiliki keadaan normal yang dominan (berasal dari pengalaman dan pemaknaan hidup) atau bisa disebut sebagai tingkat kesadaran utama.

Tingkat kesadaran utama itulah yang menentukan perspektif dan reaksi kita terhadap sesuatu: mau terus membenci, ujub, takabur, sombong, dan energi negatif lainnya, atau bergeser ke arah pencerahan baru. Sehingga kita bisa bersikap lebih dewasa, arif dan bijaksana.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Masyarakat Jaga Zona Hijau Batam dengan Disiplin Prokes & Ikut Vaksinasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *