INSPIRASI PAGI: Orang Berilmu”

INTELEKTUALISME ETIS: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), dipasangkan peci putih saat menghadiri sebuah acara beberapa waktu lalu. Sementara, Bupati Karimun H Aunur Rafiq, tampak berdiri di sampingnya. Kita memerlukan banyak pemimpin yang memiliki intelektualisme etis, agar ucapan dan perbuatannya menyatu.

ORANG berilmu akan mengetahui orang yang bodoh. Karena dia pernah bodoh. Sedangkan orang bodoh, tidak mengetahui orang yang berilmu. Karena dia tidak pernah berilmu,” kata Plato, filsuf dan matematikawan Yunani kuno.

Lalu seperti apakah orang berilmu itu? Apakah yang punya banyak titel akademik? Bisa saja. Namun Karlina Supelli, filsuf dan salah satu astronomer perempuan pertama Indonesia, punya pendapat begini:

BACA JUGA:  Embun Pagi HMR

Orang yang berpendidikan itu adalah orang yang mampu atau ahli dalam mengolah pertarungan antara hasratnya yang menggoda terus dan tanpa batas, dengan kemampuan dia berpikir

“Jadi pendidikan itu bukan hanya mengolah akal budi, tapi mengolah batin dan emosi. Hal emosi inilah yang sering dilupakan,” jelasnya.

Jika merujuk pada Stoikisme, bahwa segala sesuatu itu dimulai dari nalar yang sehat.

“Jika nalarnya bengkok, maka emosinya akan tak karuan. Kalau emosi tak karuan kemungkinan nalarnya macet. Coba audit reasoning dan nalarnya,” jelas penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring.

Itulah mengapa sejak ribuan tahun silam, filsuf Socrates pernah berkata, “Orang yang semakin pandai, pasti akan semakin baik (sikap dan perilakunya).

BACA JUGA:  Jefridin Kupas Satu Dekade Kepemimpinan & Transformasi Batam Bersama Mahasiswa

“Kalau ada orang pandai tapi masih jahat –bahkan bangga bersubahat dengan kecurangan yang menjegal hidup orang lain– berarti orang tersebut belum pintar (masih bodoh). Intelektualisme etisnya tak jalan.

“Karena dia tidak tahu efek merusak dari kejahatan yang dilakukannya,” jelas tukang batu yang hidup pad 469 SM-399 sebelum Masehi ini.Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *