INSPIRASI PAGI: Pendobrak Stagnansi

“DAN celakalah bila ada pengusaha, pejabat, atau politisi yang kesenangannya hanya singing, eating, dan touring. Pasti pikiran-pikiran korup akan selalu mengendap dalam benak mereka.”

Kutipan ini berasal dari buku “Dahlan Iskan Sang Pendobrak”, halaman 62. Banyak kisah inspiratif yang diurai penulis Sholihin Hidayat (mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos) dan Abdul Ghofar Mistar, di buku setebal 299 halaman dan terbit di tahun 2013 ini.

Khususnya dalam hal mendobrak stagnansi, pembuat terobosan dan pembuka jalan pencerahan, baik saat Dahlan memimpin Jawa Pos, dan Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Salah satu contohnya, Dahlan bisa membuat Jawa Pos, dari awalnya koran mati suri, menjadi kerajaan bisnis yang beranak pinak menjadi 205-an anak perusahaan surat kabar (lengkap dengan usaha percetakan), tabloid, dan majalah di seluruh Indonesia.

Ini masih ditambah lagi 42 stasiun televisi lokal di tanah air, bisnis gedung perkantoran Graha Pena tersebar di banyak kota provinsi, pabrik kertas, bahkan perusahaan pembangkit listrik, dan masih banyak lagi. (halaman 90).

Selain. Itu, Dahlan juga mampu mencerahkan atau menghidupkan industri pers di seluruh provinsi, kota-kota besar dan kota terpencil di negeri ini, yang sempat mengalami stagnasi dalam perjalanan paruh Orde Baru.

Dari sini lahir ribuan wartawan andal, CEO-CEO hebat yang menyebar di seluruh tanah air, dan menjadi pelaku salah satu pilar demokrasi di negeri ini.

Daya dobrak Dahlan Iskan saat menjadi Menteri BUMN juga tak kalah “gilanya”. Virus optimisme “kerja, kerja, kerja” dia sebarkan ke 144 perusahaan di bawah kementerian BUMN, yang ia kendalikan saat itu.

Misal, Dahlan pernah mengadakan rapat BUMN dengan 1000 bos pabrik gula se Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, dimulai pukul 05.00 (usai salat Subuh) dan selesai pukul 08.00 (jam masuk kantor). Rapat membahas rencana target kerja lebih keras lagi di tahun 2013. (halaman 122).

Banyak lagi terobosannya, yang tak dapat diurai di kolom singkat ini. Intinya Dahlan bukan sosok pejabat pemalas yang suka dicitrakan pandai bernyanyi, atau suka makan-makan di warung tepi jalan lalu difoto dengan narasi, “dia orang baik, salah satu putra terbaik negeri ini.” Ah, Jaka Sembung bawa golok!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Kantor Pertanahan Serahkan 20 Dokumen Sertifikat atas Aset Tanah Milik Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *