BERMARTABAT: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), diajak foto bersama para guru dalam sebuah acara di Kota Batam, belum lama ini. HMR menyebut bahwa guru berperan besar untuk menanamkan karakter jujur, agar tercipta generasi bermartabat.
SEJAK kecil anak-anak di Jepang selalu diajarkan tak mengambil barang yang bukan miliknya. Sikap ini pun terpatri hingga mereka dewasa nanti.
Itulah mengapa saat ini jika Anda kehilangan barang di Jepang, 98 persen akan kembali.
Untuk barang yang remeh, seperti kacamata, boneka, jaket dan lainnya yang jatuh di jalan, oleh penemunya akan dipindah ke tempat yang mudah terlihat, agar yang punya dapat mudah mendapatkan kembali.
Sedang yang bernilai besar, seperti handphone atau tas berisi uang, akan diserahkan ke bagian “Lost and Found”.
Sungguh sebuah budaya luhur. Sebab bagi orang Jepang, jika mengambil barang yang bukan miliknya, hakikatnya ia sudah kehilangan kehormatan hidupnya.
Penulis Tere Liye pernah berkata, “Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri dan martabat.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)






