INSPIRASI PAGI: Waspada False Flag!

MUNGKIN kita sudah sering mendengar “Operasi False Flag” atau bendera palsu. Awalnya ini adalah operasi intelejen (rahasia) militer Swedia saat menyerang Puumala, pada 1788.

Singkatnya, Operasi False Flag adalah taktik “pelaku mengaku korban”. Caranya; bikin isu sendiri, disebar sendiri, kemudian bikin keributan yang sebenarnya dilakukan kelompoknya sendiri.

Dari sini kemudian si pelaku merasa menjadi korban, lalu menuduh orang atau musuhnya agar punya validasi menyerang dengan alasan membalas atau mempertahankan diri. Jahat bukan?

Maka jangan remehkan operasi bendera palsu ini. Sebab, beberapa tragedi perang di dunia sebelumnya dipicu oleh hal tersebut. Di antaranya Perang Rusia-Swedia, Perang Jepang-Tiongkok kedua, dan insiden Gleiwitz.

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Ketum Pikori Marlin Salurkan Santunan dan Kunjungi Tujuan Wisata di Karimun

Sekali lagi, mari waspada akan adanya isu-isu tak jelas, apalagi menjelang pemilihan umum seperti saat ini. Sebab, masyarakat dan daerah taruhannya.

Meminjam bahasa KH Mustafa Bisri atau Gus Mus: “Kalau pun berhasil (banyak atau ada yang percaya dengan bikinannya ini), paling berapa lama akan dinikmatinya? 5 tahun? 10 tahun? 100 tahun? Bila yang membuat rekayasa ini manusia beriman, semoga Allah memberi hidayah dan kesejahteraan hidup yang cukup.”

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *