News  

Presentasi Yusfa Berhasil, Komwil I Apeksi Setuju Batam Tuan Rumah Rembug Fiskal

BANDA ACEH, KataBatam-
Sungguh indah si tenun ikat
Tenun ikat berwarna hitam
Kalau ingin PAD meningkat
Ikutan rembug di Kota Batam

Tepuk tangan bergemuruh, usai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Yusfa Hendri, membacakan pantun penutup tersebut dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Yusfa hadir mewakili Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menyampaikan presentasi kenapa Kota Batam, layak menjadi tuan rumah Seminar Rembug Fiskal, terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan digelar September 2026 mendatang.

Hasilnya, presentasi tersebut sukses membuat peserta yang hadir, yang di antaranya beberapa wali kota di Sumatera, kagum.

Tak hanya bertepuk tangan, juga setuju menetapkan Batam sebagai tuan rumah di kegiatan berskala nasional yang akan dihadiri 24 wali kota anggota Apeksi Komisariat Wilayah I Sumatera.

Ditemui usai acara, Yusfa Hendri menjelaskan, dalam rapat kerja tersebut menjelaskan, seminar akan menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta berbagi praktik terbaik (best practice), termasuk dari Kota Batam yang dinilai memiliki kinerja fiskal cukup baik.

Berdasarkan penilaian Kemendagri, Batam termasuk daerah dengan tingkat kemandirian fiskal yang relatif tinggi. Pada tahun anggaran 2026, APBD Batam ditetapkan sebesar Rp4,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,58 triliun atau 62 persen merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara Rp1,6 triliun atau 38 persen lainnya berasal dari dana transfer.

Forum rembug fiskal ini nantinya akan membahas berbagai strategi daerah dalam meningkatkan dan menggali potensi PAD, termasuk inovasi kebijakan serta optimalisasi sektor-sektor pendapatan.

Selain itu, penunjukan Batam sebagai tuan rumah tidak terlepas dari keunggulan infrastruktur dan aksesibilitas yang dimiliki. Batam memiliki konektivitas udara yang baik serta didukung transportasi laut yang memadai.

Di sisi lain, ketersediaan akomodasi juga dinilai sangat mencukupi dengan lebih dari 14.000 kamar hotel.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Batam dinilai siap menjadi tuan rumah sekaligus pusat diskusi strategis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan PAD di masing-masing wilayah. (ski)

BACA JUGA:  Perda Ketertiban Umum Disahkan, Bentengi Penyebaran Covid-19 & Bikin Batam Nyaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *