PANTUN tak bisa dipisahkan dengan Budaya Melayu, khususnya di Batam. Di dalamnya memancarkan estetika bahasa Melayu Batam, sebagai medium pengucapannya.
Untuk melestarikan dan menjunjung tinggi budaya Melayu ini, Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin kini berencana meluncurkan buku pantun, berjudul ๐ฃ๐ฎ๐ป๐๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ.
Tak tanggung-tanggung, Jefridin langsung menggandeng sang ahli pantun yang juga Pendiri Rumah Seni Asnur, Asrizal Nur.
Saat ini lelaki kelahiran Pekanbaru yang dijuluki “penyair multimedia” tersebut menetap di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
Asnur datang ke kota Batam sebagai pemateri dalam Workshop Pantun Multimedia, di lantai 4 Gedung Pemko Batam, Jalan Engku Putri, Batam Center, Sabtu (5/9/2020).
Dalam workshop yang dihadiri Kepala Dinas Kadis Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan, bersama 100 peserta terdiri dari guru Bahasa Indonesia tingkat SMP/SD serta pemantun di Kota Batam tersebut, Asnur banyak menjelaskan perbedaan pantun, sampiran, dan Isi.
Uniknya, para peserta workshop ini akan terus dibimbing hingga satu bulan ke depan. Selanjutnya, pantun ciptaan peserta ini akan diseleksi dan dikumpulkan dalam suatu buku berjudul ๐ฃ๐ฎ๐ป๐๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ.
Menurut Jefridin, penulis dalam buku ๐ฃ๐ฎ๐ป๐๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ ini berasal dari Aceh sampai Papua.
Karya pemantun se-Nusantara ini sudah dikumpulkan oleh Asnur melalui ajang Pantun Mutiara Budaya Indonesia Rumah Seni Asnur, yang digagas oleh Asnur sendiri beberapa bulan lalu dimana setiap peserta wajib mengirimkan minimal 6 bait pantun.
Di ajang ini, sudah terseleksi hampir seribuan pantun dari 163 peserta seluruh Indonesia. Termasuk pantun Jefridin, yang secara Nasional namanya bertengger di posisi 42.
“Selain saya, ada 7 pemantun lain dari Kota Batam yang lulus. Namun jumlah pemantun dari Batam ini masih kurang, sebab kita harap ada 100 orang. Untuk itulah kami menggelar workshop Pantun Multimedia bersama Asnur ini,” ungkap Jefridin.
Jefridin menyebut, workshop ini digelar dadakan saja, dari hasil bincang-bincangnya dengan Asnur via handphone beberapa waktu lalu.
Saat itulah tercetus ide Jefridin untuk menggali potensi budaya di kota ini lewat pantun dan gurindam sehingga diundanglah Asnur untuk memberikan materi.
Kebetulan juga Jefridin sudah lama mengenal Asnur, ketika dia ikut ajang Pantun Mutiara Budaya Indonesia Rumah Seni Asnur, yang digagas oleh Asnur sendiri.
“Nantinya buku ๐ฃ๐ฎ๐ป๐๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ ini akan diluncurkan pada bulan Desember, dan ditarget memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia),” jelas suami Hj Hariyanti Jefridin tersebut.
Tujuan lain, untuk mengabarkan bahwa Batam sudah aman dari Covid-19. “InshaAllah Desember kita terbebas. Bila kepercayaan orang sudah muncul, maka pariwisata bisa bergerak kembali, dan pendapatan daerah akan bertambah,” jelasnya.
Diharapkan nantinya ๐ฃ๐ฎ๐ป๐๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ ini dapat menyebarluaskan pantun Melayu Batam dan memperkaya khazanah pantun di Kepulauan Riau dan Indonesia umumnya.
Tak hanya itu, buku ini jua akan menjadi media dalam menyampaikan tunjuk ajar yang sarat berisi pesan moral kepada masyarakat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma-norma sosial. ***






