WAKTU berlalu, musim berganti, Marlin Agustina pun sudah tumbuh menjadi gadis remaja di bangku SMA. Selain ibundanya, Marlin dekat dengan Mak Midah, penjual kue di seberang rumahnya.
“Mak Midah pandai bikin kue. Semua enak-enak. Ada kue lapis, apam, pisang, onde-onde, dan banyak lagi,” ungkapnya.
Marlin pun terinspirasi untuk belajar menjadi wirausaha kepada Mak Midah. Dia minta izin membantu menjual kue tradisional khas Melayu.
Tentu saja Mak Midah senang dan mengizinkan. Maka saat itu, mulailah Marlin menjadi penjual kue, dengan menjajakannya keliling kampung.
Dari sini Marlin dapat upah. “Lumayan untuk uang jajan sehari-hari,” kenangnya.
Marlin mengaku kagum pada Mak Midah yang bisa membuat kue begitu lezat. Ia pun penasaran ingin bisa melakukannya.
“Saya pun belajar memasak kue. Hingga setelah menikah, saya minta resep kue ke Mak Midah, dan dikasih. Aduh, saya senang sekali,” ulas Marlin.
Mau tahu siapa lelaki yang menikahi Marlin? Dia adalah Muhammad Rudi yang kelak di kemudian hari menjadi Walikota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam.
Kini kita semua tahu, bahwa Marlin sukses sebagai pengusaha dan memimpin berbagai organisasi sosial di Batam.
Selain itu, kepiawaiannya dalam memasak dia terapkan untuk mengembangkan kuliner di Kota Batam.
Bahkan tak lama lagi kumpulan resep masakannya bersama ibu-ibu PKK Kota Batam siap dibukukan.
Marlin juga tak segan membagi ilmu wirausahanya untuk memberdayakan orang lain dengan membantu membuat industri kecil menengah.
Banyak penghargaan berhasil dia raih. Batik Batam dan kampung tenun Ngenang menjadi salah satu pencapaian gemilangnya hingga dikenal ke mancanegara.
“๐๐ข๐บ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข. ๐๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข,” kata pendiri Apple Steve Jobs. ***
______
Bersambung…






