WAKIL WALI KOTA Batam H Amsakar Achmad, tampil menghentak saat Pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Masa Bakti 2021 2024, Rabu (15/9/ 2021).
Saat itu, Amsakar membacakan sebuah puisi karyanya yang berjudul “Wak” yang dia tulis di Batam, Batam, 16 Januari 2017.
Hadirin di Grand Galaxy Balroom, Planet Holiday Batam, itu pun larut terbuai dalam gelombang suara Amsakar yang sesekali kuat, dan kadang lembut.
Larik-larik puisi Amsakar ini mengandung makna kuat. Seperti yang disampaikan di ujung penampilannya.
Berikut petikannya:
๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ
๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข
๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข
๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฌ๐ช๐ฌ๐ข๐ต
๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฎ๐ถ:
๐ฌ๐ฆ ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ค๐ถ๐ฌ
๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ
๐ณ๐ช๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ถ๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฉ
๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ
๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช
๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐จ
๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช
๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ
“Saya sebenarnya ingin menulis puisi baru. Tapi karena aktivitas padat, maka saya becakan puisi yang sudah saya tulis tahun 2017 lalu,” jelasnya.
“Wak’, adalah bahasa Melayu yang artinya ‘bapak’,” lanjut Amsakar menjelaskan arti judul puisinya.
Sekadar diketahui, pelantikan pengurus Dekranasda ini ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Ketua Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina.
Acara yang dihadiri Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, beserta undangan kehormatan lainnya, diwarnai persembahan spektakuler dari busana dan tari penuh nuansa warna-warni etnik Nusantara.
Marlin, yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau itu, tampak ikut tampil menyemarakkan nuansa dengan gaun batik bermotif miniatur ikan marlin, hasil karya desainer Kota Batam.
Saat berita ini diunggah, pukul 16.10 acara masih berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena itu, tak semua bisa diundang ke lokasi. Sebagian melalui virtual. ***






