Perhatikan Rani!

Ya, itu memang judul lagu Sheila on 7. Lagu ini masuk dalam album self tittled mereka: Sheila in 7, yang meluncur Maret 1999. Oleh majalah Rolling Stone, album ini termasuk dalam 150 Album Terbaik Indonesia.

Penikmat senja, hafal dengan lirik awal lagu ini. Tahun-tahun itu, ketika mereka bertemu dengan yang bernama Rani, meluncurlah lirik: beranjak dewasa kakakku rani tercinta….

Rani Rafitriyani, seperti penggal lain dalam lagu itu, tumbuh semakin cantik. Dia akan melepas masa lajangnya. Untuk menempuh hidup yang baru.

Perjalanan Rani, mungkin, kalau dikait-kaitkan, seperti bagian dalam sejumlah lagu dan lirik milik Sheila on 7. Kisah ini hanya merajut kata dari grup band asal Yogyakarta.

BACA JUGA:  SAFARI RAMADAN: Cerianya Anak-anak Sambut "Ayah" Jefridin di Masjid Al Ikhlas

Mari memulai dengan lagu Itu Aku. Lirik-liriknya menggambarkan sejauh apapun seseorang berada, Aku (baca: Rani) adalah tempat yang dituju.

Seperti bait-bait di lagu itu: Ribuan hari aku menunggumu // Jutaan lagu tercipta untukmu // Taukah lagu yang kau suka // Taukah bintang yang kau sapa // Taukah rumah yang kau tuju // Itu aku //

Setelah itu, mereka saling menjadi Pemuja Rahasia. Dengan menanamkan tekad seperti lirik: Akulah orang yang akan selalu memujamu // Akulah orang yang akan selalu mecintaimu.

Tapi sebelum itu, Rani mungkin memiliki keterwakilan pada lirik-lirik patah hati Sheila on 7. Barangkali pernah Berhenti Berharap, dengan mengulang lirik-liriknya: Kenapa ada derita // Bila bahagia tercipta // Kenapa ada sang hitam // Bila putih menyenangkan.

BACA JUGA:  Hari Kedua Retret, Amsakar Akrab Senam Pagi Bersama Mendagri & Para Kepala Daerah

Untuk kemudian melantunkan lagu Seberapa Pantas: Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu // Cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan.

Dan menyudahi semuanya dengan tembang Lapang Dada: Kau harus bisa, bisa berlapang dada // Kau harus bisa, bisa ambil hikmahnya // Karena semua, semua ‘tak lagi sama // Walau kau tahu dia pun merasakannya, ah-ah //

Entah sejak berapa purnama ini, Rani mungkin menikmati lirik-lirik dalam lagu Hari Bersamanya: Mohon Tuhan, untuk kali ini saja, Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya. Hariku bersamanya.

Dan sememangnya, hari-hari Rani ke depan akan penuh dengan Harry. Harry Rezeki Utama Siregar.

Pun entah sejak kapan pula mereka bisa melantunkan lagu Jadikan Aku Pacarmu: Jadikanlah aku pacarmu // ‘Kan kubingkai selalu indahmu // Jadikanlah aku pacarmu // Iringilah kisahku.

BACA JUGA:  Lantik Mabicab dan Kwarran: Jefridin Beri Misi Kembalikan Kejayaan Pramuka Belakangpadang!

Dalam perjalanan Rani dan Harry itu, mungkin mereka akan terus bersenandung lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki. Lagu yang berkisah tentang pasangan yang bersyukur dipertemukan Yang Maha Kuasa untuk saling melengkapi.

Berulang-ulanglah senandung itu didendangkan: Belai lembut jarimu // Sejuk tatap wajahmu // Hangat peluk janjimu // Anugerah terindah yang pernah kumiliki.

Di penghujung Juli ini, mereka akan membangun kisah baru: Sebuah Kisah Klasik. Yang Sakinah Mawaddah Warahmah.

Selamat, Rani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *