Paparan Cerdas Jefridin di Depan Bappenas tentang Pointer Transformasi Ekonomi Batam

HARBOURBAY, KataBatam- Seberapa penting transformasi ekonomi Kota Batam dalam penyusunan peta jalan transformasi ekonomi Kepri? Semua ini dikupas tuntas Sekretaris Daerah Batam H Jefridin, pada Rabu (16/11/2022).

Bukan kaleng-kaleng, Jefridin memaparkan hal tersebut di depan petinggi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), saat mewakili Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menghadiri Agenda Penyusunan Peta Jalan Transformasi Ekonomi Kepri oleh Bappenas RI di Hotel Swissbell Harbour Bay, Batuampar, Kota Batam.

𝗣𝗲𝗿𝘁𝘂𝗺𝗯𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺, 𝗠𝗲𝗿𝗼𝗸𝗲𝘁 𝗣𝗮𝘀𝗰𝗮-𝗣𝗮𝗻𝗱𝗲𝗺𝗶

Tibalah kemudian Jefridin memasuki “menu utama”. Ia mengungkap tentang pertumbuhan ekonomi Batam. Pada tahun 2021, pasca-pandemi, justru tumbuh sebesar 4,75 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020.

Ini tentu menggembirakan, sebab jika dibandingkan dengan perekonomian tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi Batam hanya tumbuh sebesar 2,09 persen.

“Sektor perekonomian Kota Batam ditopang oleh 3 sektor utama, yaitu: industri manufaktur, konstruksi dan perdagangan,” jelasnya.

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗪𝗶𝘀𝗺𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿

Soal pariwisata, yang menjadi salah satu andalan Batam, juga diulas Jefridin. Menurutnya, pada tahun 2019 lalu arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam, mampu menjadikan Kepri sebagai penyumbang Wisman terbesar kedua setelah Bali.

BACA JUGA:  Pilkada Usai, HMR Ajak Semua Bergabung Bangun Batam

Namun pasca-pandemi hingga bulan September 2022 ini, jumlah wisman yang ke Kota Batam baru sebesar 262 ribu kunjungan, atau 18 persen dari jumlah kunjungan bulan Januari sampai dengan September tahun 2019 (1,4jt kunjungan).

Sehingga wajar jika Jefridin meminta agar pusat membantu memulihkan Kota Batam sebagai tujuan para wisatawan. “Sebenarnya bisa saja pusat memberi bantuan kepada Batam berupa infrastruktur, promosi, atau dijadikan tuan rumah pelaksanaan berbagai even nasional,” jelasnya.

Akibat masih belum pulihnya sektor pariwisata di Kota Batam, maka menjadi penyumbang terbesar dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kota ini. Di mana TPT Kota Batam tahun 2021 sebesar 11,64 persen, atau turun 0,15 persen dibanding Oktober 2020.

𝗘𝘅-𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗼 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮 𝗞𝗼𝗺𝗼𝗱𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗼𝗿 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺

Pemaparan selanjutnya makin berkelas. Jefridin menjelaskan tentang ekspor Kota Batam, di mana setiap tahunnya dari tahun 2019 sampai tahun 2021, selalu mengalami peningkatan.
“Dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu terasa pada kemampuan ekspor Kota Batam,” terangnya.

BACA JUGA:  Jefridin dan Baznas Jenguk Raja Amar, Beri Bantuan Sekaligus Kiat Pola Hidup Sehat

Terbukti, untuk tahun 2022 ini peningkatannya cukup signifikan jika dibandingkan tahun 2021. Lihat saja, total ekspor non migas Batam bulan Januari hingga September 2022 meningkat sebesar 42 persen jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2021.

Tiga besar negara tujuan ekspor Batam adalah Singapura (43 persen), Amerika Serikat (20 persen), dan China (4,8 persen).

Sampai dengan September 2022, sektor ekspor Batam mampu menyumbangkan USD 1,7 miliar devisa negara.

Sektor industri manufaktur Batam yang memegang peranan dalam meningkatkanya ekspor Kota Batam ke luar negeri, di samping peran pemerintah yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia industri.

Salah satu penyebab berkembangnya sektor ini adalah, setelah Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menjabat Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan Batam. Sebab, dengan satu kepemimpinan, menjadikan berbagai kebijakan yang ada di kota Batam lebih cepat diterapkan. Jika ditemui kendala di lapangan, bisa langsung ditindaklanjuti.

BACA JUGA:  Giliran Pelajar SMAN 3 Batam Sambut Meriah Wagub Marlin, Ada Cita & Cinta di Sana

𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗧𝗲𝗸𝗻𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶

Seiring dengan semakin berkembangnya Kota Batam, ke depan Jefridin memandang perlu suatu pengelolaan sampah yang berbasis teknologi.

Saat ini Batam dengan lahannya yang terbatas dan dihuni 1,3 juta jiwa, plus berbagai macam industrinya, masih mengandalkan TPA dengan sistem sanitary landfill.

“Ke depannya perlu suatu sistem yang lebih efektif dan efisien dalam mengelola sampah Kota Batam agar mampu berkembang lebih pesat lagi kedepannya,” katanya.

𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶

Terakhir Jefridin menuturkan, Kota Batam belum mempunyai sarana transportasi masal yang terintegrasi.

Seiring dengan akan selesainya pembangunan jalan di kota ini, nantinya perlu diterapkan sistem transportasi masal untuk menghindari kemacetan dan polusi udara yang dihasilkan kendaraan pribadi.

“Hal ini menjadi prioritas Kota Batam ke depan, mengingat kian terbatasnya lahan. Jalan-jalan yang sudah dilebarkan itu harus diisi transportasi umum yang lebih ramah lingkungan,” terangnya. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *