APALAH arti sebuah nama? Tanyakan saja ke M Zein Hassan, mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir dan kemudian menjadi staf Departemen Luar Negeri, kenapa dia menambah “Achmed” di depan nama Sukarno?
Usaha aktivis pro kemerdekaan pada 1946-1947 ini tidak sia-sia. Memanfaatkan posisi Republik Indonesia sebagai negara yang rakyatnya mayoritas menganut agama Islam, simpati pun bermunculan dari masyarakat Arab.
Masalah tiba-tiba muncul saat Presiden Sukarno berpidato dalam rapat umum menyambut kedatangan Presiden Uni Sovyet K. Voroshilov di Surabaya pada 1959. Dia mempertanyakan, siapa yang menambah namanya menjadi “Achmed Sukarno”?
Zein (yang saat itu sudah berposisi sebagai diplomat senior) menjelaskan maksud penambahan nama tersebut dalam rapat di Departemen Luar Negeri. “Tujuannya: menarik sokongan umat Islam se-dunia bagi perjuangan Indonesia sesudah proklamasi,” ujarnya.
Tak jelas benar, apakah klarifikasi dari Zein itu sampai ke telinga Sukarno atau tidak. “Sekali ada seorang wartawan yang menulis nama awalku adalah Achmad. Namaku hanya Sukarno saja,” ujar Si Bung Besar dalam buku otobiografinya, Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (disusun oleh Cindy Adams).
“Apalah arti sebuah nama? Meski kita menyebut sekuntum mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap semerbak,” kata Juliet, ketika merindukan kekasihnya, Romeo, dalam drama tragedi Shakespeare, “Romeo and Juliet”.
Bagaimana menurut Anda?(ski)






