INSPIRASI PAGI: Harga Sebuah Keputusan

Hand of a businessman chooses checkmark and x sign symbol on wooden cube block

HARGA sebuah keputusan itu mahal. Kalau bagus tentu no problem. Namun kalau jelek, maka akan jadi masalah turun temurun, sampai nanti ada yang berani mengambil keputusan tersulit untuk memperbaikinya.

Sebagaimana diderita Kerajaan Majapahit, saat Jayanagara, maharaja kedua yang memerintah pada tahun 1309-1328. Saat itu terkenal sebagai masa pergolakan dalam sejarah awal Majapahit yang berawal dari ketidakpuasan atas keputusan raja.

Petang saudara pun membuncah sehingga Majapahit pun banyak kehilangan orang-orang terbaiknya, seperti Ranggalawe, Lembu Sora, dan Mpu Nambi, Kebo Anabrang, Semi dan Kuti.

Situasi ini diperparah ketika seorang licik ahli fitnah dan adu domba bernama Mahapati sebagai patih.

Menurut Prof Slamet Muljana, dalam “Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit”,
kelicikan Mahapati tak hanya terjadi di masa Jayanagara saja, tapi sudah ada sejak era Raden Wijaya berkuasa.

BACA JUGA:  Di Depan HMR, Warga Seilangkai Minta Pelatihan Menjahit dan Penyuluhan Stunting

Hingga akhirnya Majapahit harus mengambil keputusan tersulit untuk memperbaiki keadaan.

Mahapati, sang Sengkuni, dilengserkan paksa dari kedudukannya sebagai patih, serta mendapat hukuman mati dengan cara dicabik-cabik oleh Gajah Mada, pemimpin pasukan Bhayangkara.

Terkadang keputusan terkecillah yang dapat mengubah hidup kita selamanya.
Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *