BATAMCENTER, KataBatam- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam H Muhammad Rudi (HMR), optimistis mampu mewujudkan cita-cita Batam untuk menjadi kota transshipment atau pusat bongkar muat alih kapal.
Untuk mewujudkan itu, salah satunya dengan pembangunan pelabuhan. “Kita harus sepakat, apa yang menjadi cita-cita pendahulu kita yang belum terwujud mulai kita wujudkan,” ujarnya, Kamis (22/2/2024).
Wali Kota Batam ini memahami potensi Selat Melaka dan Singapura yang banyak dilalui kapal. Maka untuk memaksimalkannya, Batam harus bersaing dengan Singapura dan Malaysia yang memliki kapasitas pelabuhan peti kemas lebih besar.
“Kita tidak bicara bagaimana menyaingi negara tetangga. Tapi kita mulai bangkit bagaimana yang kapasitas saat ini, bisa naik paling tidak satu juta TEUz,” ujarnya.
Namun, HMR tidak menutup kemungkinan, peningkatan kapasitas pelabuhan akan terus dilakukan.
Meski tak menyebutkan angka pasti, HMR mengakui, untuk membangun pelabuhan menjadi sempurna membutuhkan anggaran sangat besar.
“Bertahap, sekarang kita mulai memperbaiki mana yang belum sempurna. Pelabuhan ini (Batu Ampar) harus bertaraf internasional,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan HMR membangun pelabuhan tersebut, sebagai salah satu andalan pendapatan BP Batam di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kondisi saat ini melihat dermaganya saja sudah pesimistis. Tapi kita bangkitkan lagi agar kelemahan ini bisa diperbaiki,” katanya.
Ia berharap, dengan pembangunan Pelabuhan Batuampar yang terus dikontrol, bisa terwujud dalam waktu 2-3 tahun ke depan agar dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Batam secara keseluruhan.
“Potensi di perairan Batam sangat besar dan belum digali secara maksimal. Semoga kita punya semangat sama membangun Kota Batam,” ujar suami Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina tersebut. (ski)
Kepala BP HMR Bangkitkan Potensi Batam, Susul Negeri Jiran Jadi Kota Transshipment






